KEREN, UBINAN PADI HIBRIDA DI NGOMBOL TEMBUS 11,08 TON/HEKTAR

By DINPPKP 05 Agu 2024, 15:38:29 WIB Penyuluhan
KEREN, UBINAN PADI HIBRIDA DI NGOMBOL TEMBUS 11,08 TON/HEKTAR

KEREN, UBINAN PADI HIBRIDA DI NGOMBOL TEMBUS 11,08 TON/HEKTAR

Tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menggenjot ekspor, hal ini seperti dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. “Kita harus meningkatkan keunggulan komparatif, itu yang harus digenjot. Indonesia mempunyai keunggulan komparatif yang bisa diolah dengan cara cerdas. Salah satunya dengan menggunakan smart farming sebagai pertanian cerdas, yang dilakukan orang cerdas dan cara cerdas serta menggunakan varietas tinggi bermutu, ”tegas Dedi.

Dalam rangka untuk menghitung perkiraan produktivitas padi, pada Awal Agustus 2024  dilaksanakan kegiatan ubinan padi Hibrida Mapan 05 bertempat di Kelompok Tani Sri Dadi, Desa Briyan, Kecamtan Ngombol. Kegiatan ini dihadiri PPL dan POPT Kecamatan Ngombol, Kepala Desa Briyan, Pengurus dan anggota Kelompok Tani, Sponsorship Benih Padi Hibrida Mapan 05, Jawa Green, dan Pestisida FMC. Ubinan merupakan salah satu cara memprediksi hasil panen tanaman padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel pengukuran dan penimbangan, hasil ini dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi per hektar lahan.

Siti Lestari selaku PPL Wibi Desa Briyan menyampaikan teknik pengambilan sampel ubinan. “Secara garis besar langkah dalam pengambilan ubinan yaitu menentukan petak lahan yang akan dilakukan ubinan, mengambil titik berbentuk petak atau bujur sangkar per hektar lahan tanaman, memberikan tanda pada hasil pengukuran, menghitung jumlah rumpun atau batang didalam hasil pengukuran, mengambil sampel ubinan dengan alat pemotong, memisahkan sampel dari daun, dahan, tanah, dll, menimbang hasil ubinan dan selanjutnya menduga produktivitas hasil ubinan”, ujarnya.

Adapun hasil ubinan padi dengan varietas Mapan 05 dengan ukuran sampel 2,5 m x 2,5 m menghasilkan  berat sampel 6,925 Kg (dikalikan 1600), sehingga konversi perkiraan produktivitas setara 11,08 ton/ha. Sutoyo selaku pemilik lahan menyampaikan untuk lahan seluas 2.100 m² miliknya hanya dibutuhkan 1,5 Kg benih, padahal biasanya dibutuhkan sekitar 8  Kg. Hal ini dikarenakan pada saat tanam, hanya menggunakan satu batang bibit padi per titik. Sutoyo menggunakan sistem tanam tegel dengan ukuran 25 cm x 25 cm.

Sedangkan pemupukan yang dilakukan yaitu pupuk dasar menggunakan pupuk organik Jawa Greeen sebanyak 200 kg dan Urea sebanyak 25 Kg. Sementara pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK sebanyak 25 Kg dan Urea sebanyak 25 Kg.

 

Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa pemilihan benih padi varietas unggul sangat menentukan tingkat produktivitas hasil panen yang diharapkan oleh petani. “Dengan hasil ubinan ini, varietas MAPAN P-05 layak untuk dipertimbangkan sebagai salah satu varietas padi hibrida yang dapat ditanam khususnya di Desa Briyan”, untuk Varietas Mapan P-05 tidak bisa diturunkan/ditaman kembali sehingga  padi harus berasal dari bibit baru, karena apabila hasil panen kemudian ditanam ulang, hasil ini akan berbeda dengan bibit aslinya”, tambahnya.

“Semoga dengan penggunaan benih padi hibrida yang mulai menyebar di Kecmatan Ngombol dapat memacu peningkatan produksi padi di wilayah Kecamatan Ngombol. Hal ini dapat menjadi contoh untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas mereka,” tandas Woro. 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung