KENDALIKAN TIKUS SAWAH, BPP NGOMBOL DAMPINGI KWT RACIK RODENTISIDA ALA MBAH YOSO

By DINPPKP 18 Mar 2024, 08:14:38 WIB Penyuluhan
KENDALIKAN TIKUS SAWAH, BPP NGOMBOL DAMPINGI KWT RACIK RODENTISIDA ALA MBAH YOSO

KENDALIKAN TIKUS SAWAH, BPP NGOMBOL DAMPINGI KWT RACIK RODENTISIDA ALA MBAH YOSO

 

Tikus menjadi salah satu OPT utama dalam budidaya tanaman padi yang akhir-akhir ini menyerang lahan sawah milik Desa walikoro Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Berbagai cara telah dilakukan untuk menekan serangan tikus di lahan, diantaranya gropyokan massal, penggunaan umpan beracun, emposan, penangkaran burung hantu, tetapi belum memberikan hasil yang optimal untuk mengurangi serangan hama tikus di lahan milik petani.

Woro, Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa KWT Wijaya Putri yang beralamat di Desa Walikoro Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo ini  merupakan salah satu KWT yang aktif melaksanakan pertemuan rutin setiap bulannya. Hal ini tak lepas dari peran aktif PPL wilayah binaan yang selalu setia memberikan pendampingan dan selalu mensupoort pengurus dan anggota KWT. “Dengan adanya pertemuan kelompok tani ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan petani dalam mengakses informasi dan teknologi serta penguatan kelembagaaan petani yang tercapai melalui pertemuan berkala di setiap bulannya”, ungkapnya.

Edi Prayitno selaku PPL wilayah binaan Desa Walikoro menyampaikan materi pada pertemuan KWT kali ini adalah pembuatan rodentisida Ala Mbah Yoso. Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan, Ramuan Bioyoso merupakan pestisida berbahan alami guna mengendalikan hama tikus. Caranya adalah ramuan Bioyoso dijadikan umpan sistemik agar dimakan tikus dan kemungkinan tikus akan mengalami kemandulan dan gigi rontok, lalu selanjutnya mati dalam kurun waktu 2 minggu.

Edi menambahkan bahan pembuatan Bioyoso adalah  1 kg kulit pohon kamboja, 1 kg umbi gadung, 1 kg bekatul, 1 kg ikan segar, 10 butir ragi tape, ¼ kg beras. Sedangkan alat pembuatan menggunakan tumbu, plastik, dan alas untuk menjemur. Lebih lanjut Edi menjelaskan cara pembuatan Bioyoso yaitu rajang kasar kulit kamboja, potong kecil umbi gadung, masukkan semua bahan kedalam tumbu, tumbuk halus semua bahan dan bulat-bulat menjadi kecil ramuan Bioyoso dengan plastik, jemur sampai kering dan ramuan Bioyoso siap diaplikasikan menggunakan plastik.

Rifki selaku POPT Kecamatan Ngombol menambahkan Bioyoso merupakan inovasi yang ramah lingkungan dan mendukung pemerintah mewujudkan program pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengendalian populasi tikus secara alami dan aman tanpa merusak ekosistem alami yang ada di lahan budidaya tanaman padi.

Disusun Oleh :

BAKTI WORO HARYANTI, SP

PPL KECAMATAN NGOMBOL

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung