- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KENDALIKAN TIKUS SAWAH, BPP NGOMBOL DAMPINGI KWT RACIK RODENTISIDA ALA MBAH YOSO
.jpg)
KENDALIKAN TIKUS
SAWAH, BPP NGOMBOL DAMPINGI KWT RACIK RODENTISIDA ALA MBAH YOSO
Tikus menjadi salah satu OPT utama dalam
budidaya tanaman padi yang akhir-akhir ini menyerang lahan sawah milik Desa
walikoro Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Berbagai cara telah dilakukan
untuk menekan serangan tikus di lahan, diantaranya gropyokan massal, penggunaan
umpan beracun, emposan, penangkaran burung hantu, tetapi belum memberikan hasil
yang optimal untuk mengurangi serangan hama tikus di lahan milik petani.
Woro, Koordinator PPL Kecamatan Ngombol
menyampaikan bahwa KWT Wijaya Putri yang beralamat di Desa Walikoro Kecamatan
Ngombol Kabupaten Purworejo ini
merupakan salah satu KWT yang aktif melaksanakan pertemuan rutin setiap
bulannya. Hal ini tak lepas dari peran aktif PPL wilayah binaan yang selalu
setia memberikan pendampingan dan selalu mensupoort pengurus dan anggota KWT.
“Dengan adanya pertemuan kelompok tani ini diharapkan adanya peningkatan
kemampuan petani dalam mengakses informasi dan teknologi serta penguatan
kelembagaaan petani yang tercapai melalui pertemuan berkala di setiap bulannya”,
ungkapnya.
Edi Prayitno selaku PPL wilayah binaan
Desa Walikoro menyampaikan materi pada pertemuan KWT kali ini adalah pembuatan
rodentisida Ala Mbah Yoso. Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan, Ramuan
Bioyoso merupakan pestisida berbahan alami guna mengendalikan hama tikus.
Caranya adalah ramuan Bioyoso dijadikan umpan sistemik agar dimakan tikus dan
kemungkinan tikus akan mengalami kemandulan dan gigi rontok, lalu selanjutnya
mati dalam kurun waktu 2 minggu.
Edi menambahkan bahan pembuatan Bioyoso
adalah 1 kg kulit pohon kamboja, 1 kg
umbi gadung, 1 kg bekatul, 1 kg ikan segar, 10 butir ragi tape, ¼ kg beras.
Sedangkan alat pembuatan menggunakan tumbu, plastik, dan alas untuk menjemur.
Lebih lanjut Edi menjelaskan cara pembuatan Bioyoso yaitu rajang kasar kulit
kamboja, potong kecil umbi gadung, masukkan semua bahan kedalam tumbu, tumbuk
halus semua bahan dan bulat-bulat menjadi kecil ramuan Bioyoso dengan plastik,
jemur sampai kering dan ramuan Bioyoso siap diaplikasikan menggunakan plastik.
Rifki selaku POPT Kecamatan Ngombol
menambahkan Bioyoso merupakan inovasi yang ramah lingkungan dan mendukung pemerintah
mewujudkan program pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengendalian
populasi tikus secara alami dan aman tanpa merusak ekosistem alami yang ada di
lahan budidaya tanaman padi.
Disusun Oleh :
BAKTI WORO HARYANTI, SP
PPL KECAMATAN NGOMBOL






