KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGAIRAN, KELOMPOK TANI DESA WONOROTO MANFAATKAN TENAGA SURYA

By DINPPKP 09 Jul 2024, 15:36:08 WIB Penyuluhan
KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGAIRAN, KELOMPOK TANI DESA WONOROTO MANFAATKAN TENAGA SURYA

KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGAIRAN, KELOMPOK TANI DESA WONOROTO MANFAATKAN TENAGA SURYA

 

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian suatu negara, termasuk di Indonesia. Sebagai negara agraris, keberhasilan pertanian memiliki dampak besar terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi Kecamatan Ngombol yang memiliki lahan sawah dan lahan kering tegalan yang paling luas di Kabupaten Purworejo, menjadikan Kecamatan Ngombol lumbung pangan terbesar di Kabupaten Purworejo. Pada lahan tersebut, di usahakan berbagai macam tanaman budidaya yaitu pangan, palawija, hortikultura dan perkebunan. Aktivitas petani meliputi persiapan lahan, penanaman, perawatan, panen dan pasca panen, serta pemasaran. Di dalam perawatan tanaman meliputi pengairan, penyulaman, pengendalian OPT, pemupukan dan lain-lain.

Salah satu hal yang berkaitan dengan budidaya adalah pengairan. Untuk wilayah Kecamatan Ngombol, lahan sawah terdiri dari sawah tadah hujan dan irigasi, sedangkan untuk lahan kering menggunakan air tanah dangkal untuk mengairi tanaman budidaya yang diusahakan petani. Kebanyakan petani menggunakan pompa air dan listrik, tetapi di Kelompok Tani Guyub Rukun pada awal Juli 2024 bertempat di lahan kering dilakukan uji coba pemanfaatan pompa tenaga panel surya. Hadir pada kesempatan ini, PPL Kecamatan Ngombol, perwakilan kelompok tani Desa Wonoroto, Kesidan dan Wonosari sejumlah 20 orang. Pompa air tenaga surya ini menggunakan energi sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik untuk menggerakkan mesin pompa untuk mendorong air dari sumbernya.

Pompa Air Tenaga Surya atau PATS adalah pompa air dengan menggunakan sumber energi listrik dari sinar cahaya matahari melalui panel surya. Pompa air tenaga surya ini sendiri ada dua jenis yaitu pompa air tenaga surya submersible (berada di dalam tanah) dan pompa air surface (berada di atas tanah). Pompa air tenaga surya submersible lebih banyak diperguanakan karena tidak membutuhkan tempat atau ruang dan memiliki kemampuan lebih baik karena berada lebih dekat dengan sumber air di dalam tanah.

Woro selaku PPL Ngombol menyampaikan bahwa pemanfaatan pompa air tenaga surya untuk sektor pertanian ini sendiri tergolong penting, karena bisa mendapatkan sumber air yang maksimal dan pastinya lebih hemat energi serta biaya. “Sistem irigasi surya adalah salah satu teknologi surya yang dapat digunakan untuk membantu irigasi menggantikan pompa air bertenaga diesel. Tenaga surya siap untuk merevolusi penggunaan air dalam pertanian, menyediakan sarana yang menarik bagi petani untuk mengairi tanaman mereka. Jumlah energi dari matahari yang mencapai Bumi setiap hari sangat besar, “tambahnya.

Kelebihan dari pompa air tenaga surya adalah bisa ditempatkan di mana saja selama panel surya bisa menerima paparan cahaya sinar matahari. Untuk keperluan perumahan, panel surya bisa dipasang di atap rumah atau garasi atau gedung lainnya sehingga tidak memakan tempat. Sedangkan untuk keperluan pertanian atau perkebunan, pompa air bisa ditempatkan di mana saja, selama ada sumber air di bawah tanah.

Sujarno selaku Ketua Kelompok tani Guyub Rukun Desa Wonoroto menyampaikan bahwa penggunaan panel surya ini lebih hemat biaya dan tidak menimbulkan polusi lingkungan. “Karena menggunakan sumber energi cahaya sinar matahari, maka pompa ini lebih mudah dan hemat biaya dalam operasionalnya, karena tidak membutuhkan biaya solar atau bahan bakar lain, dan tidak ada biaya listrik bulanan (seperti penggunaan listrik PLN). Dalam jangka panjang penggunaan pompa air ini akan menjadi lebih hemat biaya, dibandingkan jika menggunakan pompa air konvensional dengan energi listrik PLN atau menggunakan generator/diesel”, ujarnya.

PENGIRIM : BAKTI WORO HARYANTI (PPL NGOMBOL)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung