KELOMPOK TANI SRI MAKMUR SUMBERREJO, PURWODADI LAKSANAKAN GERDAL WERENG BATANG COKLAT

By DINPPKP 11 Jul 2022, 08:17:20 WIB Penyuluhan
KELOMPOK TANI SRI MAKMUR SUMBERREJO, PURWODADI LAKSANAKAN GERDAL WERENG BATANG COKLAT

GERAKAN PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT (WBC)

DI KELOMPOK TANI SRI MAKMUR

DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWODADI

 

Pada Masa Tanam ke-2 tahun 2022 periode April-September ini di wilayah Kecamatan Purwodadi khususnya di Desa Sumberrejo mulai terserang OPT Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens). Sebagai desa yang mengalami serangan WBC secara berulang (endemis) petani di desa ini mulai mencoba untuk menerapkan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT)dengan mengaplikasikan agens hayati jamur Beauveria bassiana. Akan tetapi, Wereng Batang Coklat (WBC) adalah organisme yang mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan biotik (tanaman dan musuh alami) maupun abiotik (suhu, kelembaban, intensitas matahari, dll).

Untuk pengelolaan OPT khususnya Wereng Batang Coklat, perlu dilakukan beberapa kombinasi strategi untuk mempertahankan populasinya tetap berada dibawah ambang pengendalian. Ambang pengendalian OPT WBC pada tanaman padi fase vegetatif adalah 5 ekor/rumpun atau pada fase generatif 10 ekor/rumpun. 

Petani di Desa Sumberrejo telah menyadari bahwa di beberapa tempat di desanya merupakan daerah endemis WBC, oleh sebab itu pada tanggal 24 Juni 2022 telah dilakukan pengendalian dengan menggunakan Agens Hayati Beauveria bassiana. Keberhasilan pengendalian dengan menggunakan agens hayati dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya viabilitas, virulensi, kondisi lingkungan dan formulasi. Ketika populasi WBC berada diatas ambang pengendalian bahkan saat tanaman padi menunjukkan gejala hoppernburn/terbakar, maka tindakan responsif yang harus segera dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida kimia sintetik.

Metode yang perlu diperhatikan dalam pengendalian WBC dengan menggunakan pestisida kimia sintetik adalah dengan langkah-langkah sebai berikut : keringkan pertanaman sebelum aplikasi, aplikasi saat air embun tidak ada yaitu sekitar jam 8 -11 atau dilanjutkan pada sore hari ketika angin sudah tidak kencang, gunakan pestisida tepat dosis, tepat jenis, dan tepat air pelarut (sekitar 350-500 liter air/ha). Tanaman padi dibelah/dibiak agar penyemprotan dapat menjangkau pada batang bawah tempat hidup WBC, dan nozzle yang digunakan harus mengabut.

Pada tanggal 8 Juli 2022 di lahan sawah Kelompok Tani Sri Makmur Desa Sumberrejo telah dilakukan pengendalian hama WBC dengan menggunakan pestisida kimia sintetik pada daerah yang mengalami hopperburn.  Kegiatan diawali dengan pengarahan dari petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Purwodadi, Ruth N.L Simanjuntak,S.P tentang daur hidup WBC, strategi pengendalian dan dosis pestisida sesuai anjuran. Kegiatan juga dihadiri oleh Koordinator PPL Kecamatan Purwodadi, Suyudiyono, S.ST, PPL Wibi Sumberrejo Desty Lina Erfawati, S.P, PPL Kecamatan Purwodadi Nursilahturahmi, S.P dan beberapa orang Mahasiswa KKN PPM UGM.

Petani perlu memahami bahwa dalam hal pengendalian OPT WBC tidak dapat dilakukan secara individual atau per petak. Apabila dilakukan secara individu hanya akan memindahkan populasi dari petak satu ke petak yang lain. Pada lokasi dengan populasi tinggi akan menjadi ancaman bagi hamparan yang berada disekitarnya. Ini yang disebut sebagai PHT landskap atau pengendalian secara hamparan. Pengamatan rutin oleh petani, informasi aktif dari petani, kepedulian dan kerjasama antara anggota kelompok tani, petani dalam hamparan yang sama, PPL, Petugas POPT dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan pengendalian OPT Wereng batang Coklat. Pengamatan rutin dan keaktifan petani dalam memberi informasi sangat membantu, karena pengendalian WBC dapat dilakukan sejak dini, sehingga dapat menekan kerugian akibat serangan WBC.

 

(Ruth N.L Simanjuntak, S.P dan Desty Lina Erfawati, S.P)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung