- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR DESA PIJI LAKUKAN GERDAL HAMA TIKUS AGAR PRODUKSI PADI TERJAGA
KELOMPOK
TANI SIDO MAKMUR DESA PIJI LAKUKAN GERDAL HAMA TIKUS AGAR PRODUKSI PADI TERJAGA
Tikus
sawah (Ratus argentiventer) merupakan hama yang relatif sulit
dikendalikan. Perkembangbiakan hama tikus yang sangat cepat serta daya rusak
pada tanaman yang cukup tinggi menyebabkan hama tikus selalu menjadi ancaman
pada setiap pertanaman. Di Desa Piji Kecamatan Bagelen khususnya pada lahan
Kelompok Tani Sido Makmur, kerusakan tanaman yang diakibatkan serangan tikus cukup
besar, karena menyerang tanaman sejak di pertanaman hingga menjelang panen
bahkan di tempat penyimpanan gabah di lumbung kelompok tani. Angka penyusutan
gabah di lumbung kelompok tani mencapai 3,9% pada tahun 2023 lalu. Berkaitan
dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo
melalui Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian bekerjasama dengan POPT dan
BPP Kecamatan Bagelen mengadakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus di
Kelompok Tani Sido Makmur.
Gerdal
hama tikus dilakukan pada Hari Jumat, 1 Maret 2024 di lahan sawah milik
kelompok tani mulai pukul 07.00 WIB. Acara gerdal tersebut dihadiri oleh POPT
Ahli Muda, Bapak Muh Muslih, S.P., M.M. selaku wakil dari Bidang Sarana dan
Perlindungan Pertanian, POPT Kecamatan Bagelen, Koordinator BPP Kecamatan Bagelen
beserta segenap PPL Kecamatan Bagelen, ketua, pengurus dan anggota Kelompok
Tani Sido Makmur. Acara gerdal diawali dengan penyampaian arahan dan penjelasan
mengenai deskripsi hama tikus dan langkah-langkah pengendaliannya. Koordinator
PPL Bagelen, drh. Nurani Utaminingputri menyampaikan bahwa tikus merupakan
hewan yang cerdas sehingga diperlukan upaya pengendalian yang beragam dan berkelanjutan.
Jika cara pengendaliannya selalu dilakukan dengan teknik yang sama misalnya
dengan pengumpanan, maka tikus akan mengenalinya dan tidak mau lagi memakan
umpan yang dipasang sehingga upaya pengendalian tidak akan berhasil. Upaya
pengendalian yang direkomendasikan adalah pengendalian secara berkelanjutan dengan
menggunakan metode yang berbeda, misalnya saat ini menggunakan metode pengumpanan
maka pengendalian selanjutnya dapat menggunakan metode pengemposan,
penggenangan, sanitasi dan lain sebagainya dipadukan dengan pengendalian secara
hayati dengan pembuatan sarang burung hantu. Diharapkan akan ada burung hantu
yang berdomisili di area sawah kelompok tani dan nantinya akan membantu petani
dalam mengendalikan populasi tikus karena burung hantu merupakan pemburu dan
predator tikus.
Acara
dilanjutkan dengan penyampaian penjelasan mengenai teknik pengendalian yang
akan dilaksanakan yaitu menggunakan teknik pengumpanan dengan cara mengumpan
tikus menggunakan racun tikus antikoagulan berbahan aktif Brodifakum
0,005% yang dicampur kulit gabah atau merang kemudian diletakkan pada jalan lalulintas
tikus. Pengendalian dengan pemasangan umpan ini dinilai tepat untuk kondisi
lahan sawah Kelompok Tani Sido Makmur saat ini karena tanaman padi tengah
berumur 5 sampai dengan 10 HST atau masih berada dalam fase vegetatif. Racun
tikus yang berbentuk blok segiempat dihaluskan dalam karung dan plastik
kemudian diaplikasikan ke jalan tikus di lahan sawah bersama dengan merang.
Yang perlu diperhatikan yaitu pada saat penumbukan racun, dan aplikasi racun di
lahan bersama umpan, petani wajib menggunakan sarung tangan plastik. Selain
faktor keamanan dari bahaya racun, sarung tangan tersebut juga akan
menghilangkan aroma manusia pada umpan yang dipasang. Karena tikus adalah hewan
yang cerdas, maka ketika umpan yang dipasang terdapat aroma tangan manusia maka
tikus akan mengenalinya dan tidak akan memakan umpan. Pengendalian juga harus
dilaksanakan secara serentak karena jika tidak, tikus akan berpindah menyerang
lahan yang tidak dilakukan pengendalian sehingga kerusakan tanaman di area
tersebut akan meningkat.
Sebagai
tindak lanjut dari pelaksanaan gerdal tikus ini, anggota Kelompok Tani Sido
Makmur dihimbau untuk melakukan pengamatan rutin akan serangan hama dan
penyakit terutama tikus di lahan sawah masing-masing. Jika ditemukan adanya
serangan hama dan penyakit, dapat segera dilakukan langkah pengendalian secara
dini sehingga kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Kelompok tani juga dihimbau untuk membuat rumah burung hantu di area sawah
sehingga diharapkan akan ada burung hantu yang berdomisili di area tersebut dan
nantinya akan membantu petani dalam mengendalikan populasi tikus karena burung
hantu merupakan pemburu dan predator tikus. Langkah pengendalian tersebut penting
dilakukan sebagai upaya pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan.






