- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
- Sinergi PPL Purworejo dan KWT Nira Jaya: Tingkatkan Kesejahteraan Hingga Sosialisasi Nitrobacter
- Sinergi Air Membangun Harapan: Irigasi Perpompaan di Kelompok Tani Kyai Dukuh
- Pemeriksaan Kebuntingan di Kelompok Ternak Murakabi I
- SEKOLAH LAPANG (SL) KELAPA TAHUN 2026
- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
Kegiatan Temu Usaha BPP Gebang

Peningkatan kesejahteraan dan ekonomi petani menjadi hal yang penting dan merupakan salah satu tujuan penyuluhan pertanian. Pengembangan kemitraan usaha di tingkat petani adalah salah satu upaya yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan ekonomi petani tersebut. Oleh karena itu, BPP Gebang selaku pelaku penyuluhan pertanian melaksanakan Temu Usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kemitraan petani dengan pengusaha. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang 30 orang peserta dari unsur petani millenial, KWT dan anggota KTNA yang memiliki usaha di bidang pertanian. Kegiatan dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Pelutan, Kecamatan Gebang pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2021. Pada acara tersebut dihadirkan dua narasumber yang terkait dengan usaha pertanian serta jejaring pasar dalam usaha pemasaran produk pertanian.
Narasumber pertama Sumaryanto, pelaku usaha peternakan kambing yang inovatif dari Lurisae Farm Desa Kebongunung, Kecamatan Loano. Beliau menceritakan bahwa dalam beternak kambing itu yang pertama harus ulet dan semangat serta yang kedua harus inovatif dan tidak monoton. Berawal dari memelihara 2 ekor kambing pada tahun 2006, bahkan belum memiliki rumah sendiri, saat ini beliau memelihara 200 ekor kambing dan sudah ratusan kambing yang dijual dari hasil ternaknya. Kunci dari usaha suksesnya adalah selalu menyediakan waktu untuk kegiatan lain selain beternak yaitu banyak bersilaturahmi dan jalan-jalan. Saat ini dengan memelihara 200 ekor kambing, beliau hanya mencari pakan satu hari dalam satu bulan dan sisanya untuk kegiatan lain. Tidak seperti kebanyakan peternak kambing pada umumnya yang hanya memelihara dua sampai lima ekor kambing tapi setiap hari selalu disibukkan dengan mencari pakan dan bahkan seringkali tidak bisa menyempatkan waktu untuk kegiatan sosial kemasyrakatan karena repot mengurus kambing.
Pembuatan silase untuk pakan ternaknya selama ini membuat beliau memiliki banyak waktu luang untuk kegiatan lainnya. Silase adalah pakan ternak berupa hijauan pakan ternak yang diawetkan dalam keadaan basah, dalam tempat yang kedap udara serta padat dengan hanya sedikit sekali rongga udara dan difermentasi selama minimal 21 hari. Pakan yang sudah siap ini bisa disimpan dan dimanfaatkan kembali sampai satu tahun kemudian.
Narasumber yang kedua adalah Untung Setiyono yang merupakan pengusaha kopi dari Desa Kedung Gubah, Kecamatan Kaligesing. Dalam paparannya, beliau menyampaikan tentang budidaya serta pengolahan kopi yang harus didasari ilmu sehingga akan dihasilkan produk yang berkualitas. Inovasi pemasaran berbasis teknologi informasi saat ini juga merupakan terobosan yang jitu untuk memperluas pemasaran.
Kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh petani peserta kegiatan tersebut. Antusias petani peserta ini dibuktikan dengan rasa penasaran. Sebagian besar peserta pelatihan tertarik untuk melihat secara langsung kegiatan beternak kambing yang inovatif tersebut. Pada sore hari setelah acara ditutup, sebagian peserta melanjutkan kunjungan lapangan ke kandang Lurisae Farm di Desa Kebongunung dan melanjutkan diskusi tentang budidaya kambing.
by. Totol Fitriyanto BPP Gebang



.png)


