- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Kegiatan Tanam Padi Jajar Legowo Demplot CSA SIMURP th 2023

Kegiatan Tanam Padi Jajar Legowo Demplot CSA SIMURP th 2023
Senin, tanggal 27 Maret 2023 petugas penyuluh pertanian lapangan bersama kelompok tani Marsudi Tani desa Sedayu kecamatan Loano melaksanakan tanam padi dalam kegiatan Demplot CSA SIMURP tahun 2023.
Budidaya padi adalah kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil yang setinggi- tingginya dengan kualitas sebaik mungkin. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, maka tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur.
Dengan program kegiatan CSA SIMURP ini salah satunya dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Sistem ini ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi melalui pengaturan populasi, tanaman diatur sehingga mendapatkan ruang tumbuh dan sinar matahari yang maksimal serta efektivitas pemeliharaan tanaman seperti penyiangan, aplikasi pupuk, serta penanggulangan hama dan penyakit lebih efektif sehingga dapat meningkatkan produktifitas padi sekitar 10-15 % .
Untuk mencapai peningkatan produksi padi tersebut masih terdapat kendala yang ditemui, diantara kendala tersebut adalah penggunaan metode tanam padi masih secara konvensional/tegel sehingga produksi dan produktivitas yang diharapkan belum bisa tercapai. Keluhan saat ini petani merasa sulit untuk tanam dengan sistem jajar legowo.Untuk mengurangi keluhan tersebut maka dibuatlah prototype caplak sebagai alat penggaris tanah dengan tujuan untuk memudahkan dalam pembuatan garis dilahan sawah yang akan . dapat diterapkan secara berkelanjutan.
( Dhian Puspitasari. A.Md) PPL Loano






