Kegiatan Pengendalian Massal Wereng Coklat Dengan Pesawat Drone

By DINPPKP 29 Apr 2024, 09:27:39 WIB Penyuluhan
Kegiatan Pengendalian Massal Wereng Coklat Dengan Pesawat Drone

Kegiatan Pengendalian Massal Wereng Coklat Dengan Pesawat Drone

 

Dampak perubahan iklim yang saaat ini melanda Indonesia tak luput membawa dampak negative di dunia pertanian di antaranya perubahan musim tanam, kekeringan, el nino maupun la nina. Di Kecamatan Purwodadi yang sebagian topografinya datar terdiri dari hamparan sawah pertanian juga mengalami dampak yang sangat besar dari perubahan iklim tersebut. Salah satunya adanya serangan hama wereng coklat (nilaparvata lugens) yang menyerang hampir di 38 Desa yang memiliki lahan sawah di Kecamatan Purwodadi. Hama wereng coklat tersebut menyerang mulai di MT I 2024 di usia tanaman antara 70 sd 80 HST (Hari setelah tanam) dampak dari serangan hama yang terus berlanjut di Musim tanam kedua (MT II) menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.

Desa Nampu yang terletak di Kecamatan Purwodadi berbatasan dengan Kecamatan Ngombol menjadi salah satu desa yang terkena dampak serangan hama wereng coklat. Luas lahan yang terdampak ada 36 ha umur tanaman antara 20 sd 35 HST. Untuk mengantisipasi dampak kerugihan yang kemungkinan akan di alami oleh masyarakat petani di Desa Nampu maka pemerintah Desa Nampu Bersama penyuluh pertanian Sri Sukmowati,SP serta saran dari POPT Ruth NL Simanjuntak, SP untuk dilakukan Gerakan pengendalian massal/Gerdal  di hamparan lahan sawah di Desa Nampu. Oleh karena hama wereng sudah ada hampir di semua lahan sawah milik petani maka solusinya adalah dilakukan Gerdal.

Pada tanggal 25 April 2024 untuk memutus dan mengendalikan serangan hama wereng coklat maka dilakukan pengendalian secara serentak, dimana proses gerdal menggunaka teknologi Drone bekerja sama dengan PT. Maxxi Agro Sragen, dengan menggunaka 2 unit pesawat drone. Kegiatan Gerakan pengendalian massal di hadiri oleh jajaran aparat pemerintah desa Nampu, penyuluh pertanian Sri Sukmowati, SP, Penyuluh THL TBPP Legirin dan Sumarsono, Babinsa wilayah Nampu, Pendamping Desa, ketua kelompok tani, ketua Gapoktan dan masyarakat petani Desa Nampu. Kegiatan gerdal dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 25 dan 26 April 2024. Anggaran yang digunakan untuk pengendalian hama wereng coklat berasal dari penggunaan dana desa sebesar Rp 18.900.000,-.

Biaya untuk penyewaan alat drone yang digunakan Rp 450.000,- per hektar terdiri untuk sewa drone Rp 250.000,- per hektar dan biaya insektisida Rp 200.000 per hektar. Antusias petani sangat tinggi dengan ikut melihat proses gerdal di lahan sawah. Diharapkan dengan adanya kegiatan gerdal yang serentak dalam hamparan lahan satu desa maka hama wereng coklat di hamparan Desa Nampu nantinya dapat terkendali dengan baik dan hasil panen juga akan meningkat.***





Berita Purworejo

Counter Pengunjung