- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Kegiatan Pengendalian Massal Wereng Coklat Dengan Pesawat Drone

Kegiatan Pengendalian
Massal Wereng Coklat Dengan Pesawat Drone
Dampak perubahan iklim yang saaat ini melanda Indonesia tak luput membawa
dampak negative di dunia pertanian di antaranya perubahan musim tanam,
kekeringan, el nino maupun la nina. Di Kecamatan Purwodadi yang sebagian
topografinya datar terdiri dari hamparan sawah pertanian juga mengalami dampak
yang sangat besar dari perubahan iklim tersebut. Salah satunya adanya serangan
hama wereng coklat (nilaparvata lugens) yang menyerang hampir di 38 Desa
yang memiliki lahan sawah di Kecamatan Purwodadi. Hama wereng coklat tersebut
menyerang mulai di MT I 2024 di usia tanaman antara 70 sd 80 HST (Hari setelah
tanam) dampak dari serangan hama yang terus berlanjut di Musim tanam kedua (MT
II) menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
Desa Nampu yang terletak di Kecamatan Purwodadi berbatasan dengan Kecamatan
Ngombol menjadi salah satu desa yang terkena dampak serangan hama wereng coklat.
Luas lahan yang terdampak ada 36 ha umur tanaman antara 20 sd 35 HST. Untuk
mengantisipasi dampak kerugihan yang kemungkinan akan di alami oleh masyarakat
petani di Desa Nampu maka pemerintah Desa Nampu Bersama penyuluh pertanian Sri
Sukmowati,SP serta saran dari POPT Ruth NL Simanjuntak, SP untuk dilakukan
Gerakan pengendalian massal/Gerdal di
hamparan lahan sawah di Desa Nampu. Oleh karena hama wereng sudah ada hampir di
semua lahan sawah milik petani maka solusinya adalah dilakukan Gerdal.
Pada tanggal 25 April 2024 untuk memutus dan mengendalikan serangan hama
wereng coklat maka dilakukan pengendalian secara serentak, dimana proses gerdal
menggunaka teknologi Drone bekerja sama dengan PT. Maxxi Agro Sragen, dengan
menggunaka 2 unit pesawat drone. Kegiatan Gerakan pengendalian massal di hadiri
oleh jajaran aparat pemerintah desa Nampu, penyuluh pertanian Sri Sukmowati,
SP, Penyuluh THL TBPP Legirin dan Sumarsono, Babinsa wilayah Nampu, Pendamping
Desa, ketua kelompok tani, ketua Gapoktan dan masyarakat petani Desa Nampu.
Kegiatan gerdal dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 25 dan 26 April 2024.
Anggaran yang digunakan untuk pengendalian hama wereng coklat berasal dari
penggunaan dana desa sebesar Rp 18.900.000,-.
Biaya untuk penyewaan alat drone yang digunakan Rp 450.000,- per hektar
terdiri untuk sewa drone Rp 250.000,- per hektar dan biaya insektisida Rp
200.000 per hektar. Antusias petani sangat tinggi dengan ikut melihat proses
gerdal di lahan sawah. Diharapkan dengan adanya kegiatan gerdal yang serentak
dalam hamparan lahan satu desa maka hama wereng coklat di hamparan Desa Nampu nantinya
dapat terkendali dengan baik dan hasil panen juga akan meningkat.***






