Kawal PAT, Kadis KPP Dampingi Ubinan di Desa Dlangu

By DINPPKP 06 Sep 2024, 13:49:52 WIB Penyuluhan
Kawal PAT, Kadis KPP Dampingi Ubinan di Desa Dlangu

Kawal PAT, Kadis KPP Dampingi Ubinan di Desa Dlangu

 

Musim tanam (MT) II padi kini sudah memasuki masa panen, bahkan di beberapa lokasi ada yang sudah memulai musim tanam (MT) III. Desa Dlangu merupakan salah satu pelaksana kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) dan saat ini sudah memasuki masa panen. Kegiatan PAT sendiri merupakan program untuk meningkatkan produktivitas padi nasional melalui berbagai kegiatan, diantaranya adalah pompanisasi di lahan tadah hujan.

Kamis, 5 September 2024 dilakukan ubinan di lokasi PAT. Kadis KPP didampingi Kabid Sarlintan bersama Tim Satgas Darurat Pangan Kabupaten Purworejo turut meninjau langsung hasil panen di lokasi PAT. Ubinan merupakan salah satu metode dalam pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan diperoleh pada saat panen dalam satuan per hektar. Ubinan dapat diterapkan dengan cara sederhana, cukup mengukur 2,5x2,5 meter untuk dijadikan tolak ukur dari jumlah hasil per petak sawah yang ingin diketahui hasilnya. Sehingga dengan metode pengubinan ini petani akan mengetahui perkiraan hasil panen padi mereka sebelum di panen seluruhnya.

Ubinan dilakukan pada 3 titik sampel petak. Sampel pertama dan kedua merupakan varietas Inpari 50 marem dengan hasil bobot ubinan 6,75 kg dan 6,21 kg menghasilkan rata-rata perkiraan hasil panen sebanyak 10,37 ton per hektar. Sementara sampel ketiga dengan varietas Inpari 32 menghasilkan bobot 3,53 kg atau setara dengan 5,64 ton per hektar. Inpari 32 dikenal di kalangan petani dengan hasilnya yang tinggi, namun pada pertanaman ini terdapat penyakit jamur sehingga hasilnya kurang maksimal.

Secara umum kendala yang dihadapi pada pertanaman MT II ini adalah jamur dan hama penggerek batang padi. Dengan hasil yang ada saat ini, perlu adanya tindakan preventif dari petani, monitoring, serta pengendalian secara berkala dari petani bersama PPL dan POPT guna menekan serangan hama dan penyakit agar potensi panen dapat dimaksimalkan.

 

Penulis: Jivana Zulfi, S.P.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung