Kasus Reproduksi Pada Sapi Betina

Breaking News
- Puskeswan Terus Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Hewan di Kabupaten Purworejo
- Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
- Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh
- Sinergi Tingkatkan Produktivitas Petani, Poktan Cahyo Purwo Mudho Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani Tangani OPT, SL Agensia Hayati Digelar di Desa Kumpulrejo
- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
Kasus Reproduksi Pada Sapi Betina

Pada ternak sapi terutama sapi bunting ataupun setelah melahirkan, acap kali terjadi kasus prolapsup vagina dan uterus, yaitu organ reproduksi sapi betina yang terdorong keluar dari rongga perutnya. Kejadian ini bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi, perdarahan pada organ tersebut. Bila sampai terjadi luka hingga robek pada organ maka ternak akan sulit diselamatkan. Oleh karena itu sebaiknya peternak segera melaporkan kepada dokter hewan atau mantri hewan bila ada kejadian seperti ini, agar segera dapat dilakukan penanganan secepatnya.






