- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
JAGA STABILITAS HARGA, KELOMPOK TANI MAKARYO TAWARKAN HARGA MURAH DI GPM KECAMATAN NGOMBOL

JAGA STABILITAS HARGA, KELOMPOK TANI MAKARYO TAWARKAN HARGA MURAH DI GPM KECAMATAN NGOMBOL
Bertempat di Halaman Kantor Camat Ngombol pada awal November 2023 ini, digelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ditinjau langsung oleh Plt Bupati Yuli Hastuti, Kepala DKPP Hadi Sadsila, Camat Ngombol Bangun Erlangga Ibrahim dan tamu lainnya. Pelaksanaan pasar murah ini menyediakan berbagai bahan pangan pokok dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar, seperti beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng, aneka sayuran, dan buah-buahan serta produk olahan pangan lainnya.
Plt Bupati Yuli Hastuti berharap melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Purworejo terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok serta dapat menurunkan laju inflasi. “Dengan menawarkan harga bahan pokok yang sedikit lebih murah dibandingkan pasar, yaitu dengan menjual beras, telur, bawang merah, bawang putih, gula, minyak, aneka sayuran dan buah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sedikit pengeluaran masyarakat, dan gerakan ini diperuntukan untuk masyarakat yang membutuhkan” ucapnya. Lebih lanjut dikatakannya, kenaikan harga bahan baku produksi dapat menyebabkan kenaikan harga barang sehingga memicu terjadinya inflasi. Namun di sisi lain pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemantauan dan diharapkan tidak mengalami kenaikan terus menerus.
Kelompok Tani Makaryo Desa Wonosari Kecamatan Ngombol merupakan salah satu peserta aktif dalam kegiatan GPM yang diselenggarakan DKPP Kabupaten Purworejo. Hal ini disebabkan karena setiap kali ada kegiatan GPM, Makaryo selalu berpartisipasi membawa hasil panen milik kelompok tani, terdiri dari jagung manis, cabai rawit, cabai merah keriting, terong, tomat, kacang panjang, dan semangka dengan kemasan Rp 5.000,- an per bungkus.
Dengan harga cabai rawit mencapai Rp 55.000,- per kg di pasaran, Makaryo menjual cabai rawit berat 100 gram dengan harga Rp 5.000,-. Hal ini disebabkan karena mendapatkan subsidi dari DKPP sehingga dapat menjual dengan harga lebih murah daripada harga pasar pada umumnya. Santoso selaku Ketua Kelompok Tani menyampaikan saat ini petani sangat bersemangat ketika panen cabai karena harga yang tinggi. “Prospek ke depan kami akan menambah jumlah produksi dengan memperluas jumlah tanam, dengan harapan mampu menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan di Kabupaten Purworejo tetap stabil sehingga inflasi tetap terjaga dan menghasilkan produksi cabai yang optimal," terangnya.
Woro selaku PPL Kecamatan Ngombol mengajak petani di Kecamatan Ngombol untuk menekan laju inlasi cabai dengan mengoptimalkan pemanfaatan tanah pekarangan untuk ditanami cabai rawit. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menanam cabai di lahan pekarangan rumah maupun penggunaan media tanam polybag,” ujarnya. Selain itu, BPP Kecamatan Ngombol juga menyambut baik fasilitasi kampung cabai rawit seluas 10 hektar dari Kementerian Pertanian yang ada di Kelompok Tani Makaryo Desa Wonosari yang memasuki masa panen petik kedua pada awal November ini, sehingga dapat membantu menekan tingginya inflasi harga cabai rawit.
Pengirim :
BAKTI WORO HARYANTI
PPL NGOMBOL






