- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
JAGA PRODUKTIVITAS TETAP TINGGI, BPP NGOMBOL DAMPINGI KELOMPOK TANI MAKARYO GERDAL TANAMAN KELENGKENG

JAGA PRODUKTIVITAS TETAP TINGGI, BPP NGOMBOL DAMPINGI KELOMPOK TANI MAKARYO GERDAL TANAMAN KELENGKENG
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol terdiri dari PPL dan POPT bersama Team BPTPHP Jawa Tengah melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian (Gerdal) OPT tanaman kelengkeng di Kelompok Tani Makmaryo Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo pada awal Bulan November 2023. Kegiatan ini diikuti Babinsa Desa Wonosari, Pemerintah Desa Wonosari dan petani sejumlah 30 orang.
Sujari mewakili Kelompok Tani menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kegiatan gerdal sehingga adanya serangan hama penyakit yang ada di tanaman kelengkeng dapat diatasi/dicegah sedini mungkin. “Petani di daerah kami terbiasa ada gejala baru dilakukan pengendalian menggunakan racun yang direkomendasikan, tetapi dengan adanya gerdal ini pencegahan hama penyakit pada tanaman kelengkeng dapat diketahui sedini mungkin sehingga diharapkan produktivitas tetap tinggi”, ujarnya. Sujari menambahkan dari bantuan yang diperoleh tahun 2022 sampai sekarang kondisi pertanaman tumbuh 80% sedangkan sisanya mati karena beberapa faktor lingkungan dan adanya serangan OPT.
Koordinator BPP Ngombol, Bakti Woro Haryanti menyampaikan agar bantuan 2000 bibit kelengkeng yang sudah diterima kelompok untuk dirawat dan dikawal dengan sebaik-baikya. “Tidak semua kelompok tani yang ada di Kecamatan Ngombol mendapatkan bantuan seperti yang diterima Kelompok Tani makaryo, sehingga sudah selayaknya petani yang memperoleh bantuan untuk menjaga dan merawatnya semaksimal mungkin dengan teknik budidaya yang benar sehingga diperoleh hasil yang tinggi”, tambahnya.
Gerakan pengendalian OPT diawali dengan melakukan prunning, yaitu memangkas cabang-cabang tanaman kelengkeng yang tidak produktif. Selanjutnya dilaksanakan juga gerakan pengendalian OPT menggunakan Agensia Pengendali Hayati yang ramah lingkungan yaitu PGPR, Beauveria bassiana, dan Trichoderma sp. Miftahudin dari BPTPHP menyampaikan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizhobacteria) adalah sejenis bakteri yang hidup di perakaran tanaman. PGPR merupakan bakteri-bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini sangat baik, karena bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fistologi tanaman dan pertumbuhannya. PGPR mampu memacu pertumbuhan tanaman dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga juga sebagai tambahan bagi kompos serta mempercepat proses pengomposan.
Rachmi Utami dari BPTPHP Propinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian. Dalam pengendalian OPT tersebut sering kita jumpai jalan pintas yaitu dengan menggunakan pestisida kimia yang jika berlebihan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dengan pertimbangan dampak negatif tersebut, maka perlu teknologi pengendalian yang lebih ramah lingkungan dan salah satunya dengan pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga (Beauveria Bassiana). Sistem kerjanya yaitu spora jamur Beauveria bassiana masuk ketubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Jamur ini selanjutnya akan mengeluarkan racun beauverin yang membuat kerusakan jaringan tubuh serangga. Dalam hitungan hari, serangga akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan tertutup oleh benang-benang hifa berwarna putih.
Hal senada disampaikan Muh Rifki Pradana selaku POPT Kecamatan Ngombol yang menyampaikan kegunaan penggunaan Thricoderma untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan.
Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Ngombol)






