- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
JAGA PRODUKTIVITAS PADI, BPP NGOMBOL LAKUKAN GERDAL WALANG SANGIT

Walang sangit merupakan serangga dewasa berbentuk ramping dan berwarna coklat dengan ukuran panjang sekitar 14-17 mm dan lebar 3-4 mm dengan tungkai dan antena yang panjang. Perbandingan antara jantan dan betina 1:1, setelah menjadi imago serangga ini baru dapat kawin. Hamaini dikenal karena baunya yang busuk atau sangit, kalau digangu
walang sangit akan terbang sambil mengeluarkan bau yang berasal dari abdomennya. Sekresi zat cair berbau tidak enak ini merupakan pertahanan walang sangit terhadap serangan musuh.
Adalah Pak Toyo, salah satu petani anggota Kelompok Tani Sri Dadi Desa Briyan Kec Ngombol yang melaporkan bahwasanya lahan sawahnya berumur 50 HST varietas Sintanur terdapat terserang hama walang sangit. Siti Lestari selaku PPL setempat menindaklajuti dengan melakukan pengamatan langsung di lahan sawah bersama dengan POPT Kec Ngombol yaitu Batin Suyitno. Berdasarkan hasil pengamatan, populasi hama walang sangit yang ditemui yaitu 3 ekor/ m², sehingga perlu diadakan penyemprotan menggunakan insektisida. Pada pengamatan tersebut, juga dilakukan pengamatan yang ada di lahan sekitar sawah Pak Toyo, dan ternyata hasilnya untuk populassi hama walang sangit juga 3-5 ekor/ m².
Untuk menjaga agar produktivitas padi tetap terjaga, maka perlu dilakukan gerakan massal pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi di Kelompok Tani Desa Briyan Kec Ngombol. Bpk Suwarno selaku Ketua Kelompok berkoordinasi dengan PPL, POPT, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat untuk membuat rekomendasi pengajuan permohonan pestisida yang ditujukan kepada LPHP Temanggung, dengan luasan yang terserang yaitu 7.5 Ha.
Senin pagi tanggal 25 Januari 2021, diadakan gerakan massal pengendalian hama walang sangit yang diikuti oleh POPT, Koordinator PPL dan PPL Kec Ngombol, Kades Briyan, Pengurus dan anggota Kelompok Tani Sri Dadi Desa Briyan sejumlah 20 orang. Gerdal ini dilaksanakan dengan menggunakan pestisida berbahan aktif buprofeezin. Dalam sambutannya, Batin Suyitno selaku POPT Kec Ngombol menyampaikan bahwa pengendalian walang sangit dilakukan ketika hama walang sangit aktif, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Penyemprotan dilakukan menjelang tanaman padi memasuki stadia berbunga dan setelah memasuki stadia masak susu serta dilakukan secara serentak dalam satu hamparan sawah agar tidak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Selain pengendalian secara kimiawi, untuk pengendaian hama walang sangit juga dapat dilakukan secara kultur teknik, secara biologi, dan menggunakan perilaku serangga. Semoga dengan adanya pengendalian ini dapat digunakan untuk memutus siklus hama dan populasi hama walang sangit sehingga tidak terjadi penurunan produktivitas padi di Desa Briyan.






