JAGA PRODUKTIVITAS PADI, BPP NGOMBOL LAKUKAN GERDAL WALANG SANGIT

By DINPPKP 26 Jan 2021, 13:14:09 WIB Penyuluhan
JAGA PRODUKTIVITAS PADI, BPP NGOMBOL LAKUKAN GERDAL WALANG SANGIT

Walang sangit  merupakan serangga dewasa berbentuk ramping dan berwarna coklat dengan ukuran panjang sekitar 14-17 mm dan lebar 3-4 mm dengan tungkai dan antena yang panjang. Perbandingan antara jantan dan betina 1:1, setelah menjadi imago serangga ini baru dapat kawin. Hamaini  dikenal karena baunya yang busuk atau sangit, kalau digangu
walang sangit akan terbang sambil mengeluarkan bau yang berasal dari abdomennya. Sekresi zat cair berbau tidak enak ini merupakan pertahanan walang sangit terhadap serangan musuh.
Adalah Pak Toyo, salah satu petani anggota Kelompok Tani Sri Dadi Desa Briyan Kec Ngombol yang melaporkan bahwasanya lahan sawahnya berumur 50 HST varietas Sintanur terdapat terserang hama walang sangit. Siti Lestari selaku PPL setempat menindaklajuti dengan melakukan pengamatan langsung di lahan sawah bersama dengan POPT Kec Ngombol yaitu Batin Suyitno. Berdasarkan hasil pengamatan, populasi hama walang sangit yang ditemui yaitu 3 ekor/ m², sehingga perlu diadakan penyemprotan menggunakan insektisida. Pada pengamatan tersebut, juga dilakukan pengamatan yang ada di lahan sekitar sawah Pak Toyo, dan ternyata hasilnya untuk populassi hama walang sangit juga 3-5 ekor/ m². 
Untuk menjaga agar produktivitas padi tetap terjaga, maka perlu dilakukan gerakan massal pengendalian hama walang sangit pada tanaman padi di Kelompok Tani Desa Briyan Kec Ngombol. Bpk Suwarno selaku Ketua Kelompok berkoordinasi dengan PPL, POPT, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat untuk membuat rekomendasi pengajuan permohonan pestisida  yang ditujukan kepada LPHP Temanggung, dengan luasan yang terserang yaitu 7.5 Ha.   
Senin pagi tanggal 25 Januari 2021, diadakan gerakan massal pengendalian hama walang sangit yang diikuti oleh POPT, Koordinator  PPL dan PPL  Kec Ngombol, Kades Briyan, Pengurus dan anggota Kelompok Tani Sri Dadi Desa Briyan sejumlah 20 orang. Gerdal ini dilaksanakan dengan menggunakan pestisida berbahan aktif buprofeezin. Dalam sambutannya, Batin Suyitno selaku POPT Kec Ngombol menyampaikan bahwa pengendalian walang sangit dilakukan ketika hama walang sangit aktif, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Penyemprotan dilakukan menjelang tanaman padi memasuki stadia berbunga dan setelah memasuki stadia masak susu serta dilakukan secara serentak dalam satu hamparan sawah agar tidak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. 
Selain pengendalian secara kimiawi, untuk pengendaian hama walang sangit juga dapat dilakukan secara kultur teknik, secara biologi, dan menggunakan perilaku serangga. Semoga dengan adanya pengendalian ini dapat digunakan untuk memutus siklus hama dan populasi hama walang sangit sehingga tidak terjadi penurunan produktivitas padi di Desa Briyan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung