- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
JAGA KETERSDIAAN PANGAN, BPP NGOMBOL ADAKAN GERDAL HAMA PENGGEREK BATANG PADI
1.jpg)
JAGA
KETERSDIAAN PANGAN, BPP NGOMBOL ADAKAN GERDAL HAMA PENGGEREK BATANG PADI
Dalam rangka
untuk memenuhi kebutuhan pangan 270 juta jiwa rakyat Indonesia Kementerian
Pertanian terus melakukan beberapa langkah stategis, diantaranya dengan gerakan
percepatan tanam untuk meningkatkan produksi
beras nasional di tengah adanya isu El Nino. Penggerek batang padi
adalah salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman padi dengan
intensitas serangan sampai 90%. Hama ini menyerang tanaman padi pada berbagai
fase pertumbuhan mulai dari fase vegetatif sampai generatif. Gejala yang
ditimbulkan dari serangan hama penggerek batang secara umum ada 2 jenis, yaitu
sundep dan beluk. Fase tanaman padi di Kelompok Tani Maju Makmur Desa
Seboropasar memasuki fase generatif dengan umur tanaman 70-80 HST. Berdasarkan
pengamatan penyuluh pertanian, POPT dan petani di lahan sawah ditemukan adanya
serangan beluk.
Menurut Muh
Rifki Pradana, POPT Kecamatan Ngombol
serangan yang terjadi di lahan kelompok tani masih dalam taraf aman
dengan intensitas serangan 2%. “Gejala
serangan pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa dengan
kerugian hasil yang disebabkan setiap persen gejala beluk berkisar 1-3% atau
rata-rata 1,2%. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan
dengan saat tanaman bunting”, tambahnya.
Bertempat di
lahan sawah Kelompok Tani Maju Makmur Desa Seboropasar, pada Senin 4 Maret 2024
diadakan gerakan pengendalian hama penggerek batang padi. Gerdal ini dihadiri
PPL dan POPT Kecamatan Ngombol, Pemerintah Desa Seboropasar, Pengurus dan
anggota Kelompok Tani Maju Makmur sejumlah 30 orang. Kegiatan ini difasilitasi
BPP Ngombol dengan melibatkan anggota kelompok tani yang memiliki lahan sawah
di Kelompok Tani Maju Makmur Desa Seboropasar. Kegiatan ini diawali dengan
pengendalian hama penggerek batang pada tanaman padi menggunakan insektisida secara
bijaksana. Acara selanjutnya penyuluhan tentang gejala serangan, morfologi hama
penggerek batang dan strategi pengendalian hama penggerek batang padi. Rifki
menyampaikan strategi pengendalian hama penggerek batang padi dengan pengaturan pola tanam, pengendalian mekanik/fisik,
hayati dan kimiawi berbahan aktif karbofuran, serta pengendalian preventif.
Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol berharap semoga dengan adanya
pengendalian hama pada pertanaman padi dapat menekan jumlah polulasi
perkembangan hama sehingga pertumbuhan padi dapat berkembang dengan baik untuk
menghasilkan produksi yang maksimal dan dapat menjaga ketersediaan pangan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Disusun Oleh :
Bakti Woro Haryanti, SP
BPP Kecamatan Ngombol






