Irigasi, Sangat Penting Bagi Petani

By DINPPKP 18 Mar 2024, 13:37:36 WIB Penyuluhan
Irigasi, Sangat Penting Bagi Petani

Irigasi merupakan usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Manfaat irigasi umumnya digunakan pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian secara luas termasuk di dalamnya kebutuhan, peternakan, dan perikanan. Walaupun demikian kebutuhan irigasi untuk tanaman padi masih mendominasi kebutuhan irigasi secara menyeluruh. Jaringan irigasi yaitu prasarana irigasi yang pada pokoknya terdiri dari bangunan dan saluran pemberi pengairan beserta perlengkapannya, dan berdasarkan pengelolaannya dikenal dengan jaringan irigasi utama dan jaringan irigasi tersier. 

Senin 18 Maret 2024 Koordinator BPP Grabag melakukan pengecekan kegiatan perbaikan saluran irigasi Desa Dukuhdungus. Kegiatan perbaikan saluran irigasi ini dilakukan di wilayah Desa  Dukuhdungus sampai dengan Desa Aglik dengan panjang saluran berkisar 3 KM. Sebelumnya perwakilan dari beberapa petani dan PPL melakukan pengecekan sepanjang saluran irigasi. setelah ditemukan titik yang bermasalah akibat banyaknya kerusakan pada saluran irigasi maka pemerintahan desa melakukan koordinasi dengan Camat, BBWS Probolo, Petugas pengairan dan PPL Pertanian. Dengan adanya kerusakan ini banyak petani yang berkeluh kesah karena aliran air tidak maksimal sehingga, menyebabkan resiko bagi petani khususnya untuk tanaman padi. 

Camat Grabag menyampaikan” bahwa saluran irigasi ini menjadi hal yang penting bagi petani sehingga masalah ini harus segera diselesaikan”. Saluran irigasi ini merupakan tanggung jawab bersama khususnya untuk PPL Pertanian juga diharuskan turut mengawasi, tambahny.

Hasil dari koordinasi berbagai pihak maka diputuskan adanya rehabilitasi saluran irigasi desa Dukuhdungus di biayai oleh anggaran dana dari BBWS Probolo sejumlah 18 juta rupiah dan iuran 6 Desa yang terdiri dari Desa Sangubanyu, Dukuhdungus, Aglik, Grabag, Ketawangrejo dan Patutrejo sejumlah 20 juta rupiah. Perbaikan ini telah selesai dilakukan selama 7 hari dan mulai hari ini air sudah kembali dialirkan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung