Irigasi Perpompaan di Bagelen Sangat Membantu Petani Dalam Menghadapi Kekeringan

By DINPPKP 08 Jan 2025, 15:40:45 WIB Penyuluhan
Irigasi Perpompaan di Bagelen Sangat Membantu Petani Dalam Menghadapi Kekeringan

Ketersediaan air di bidang pertanian merupakan salah satu penentu untuk dapat menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal. Sumber air dari curah hujan sering tidak cukup, terutama pada musim kemarau. Bahkan, meskipun sudah ada irigasi juga seringkali mengalami kekurangan. Di masa yang akan datang, untuk meningkatkan produksi pangan kebutuhan akan air juga akan semakin meningkat.

Masalah yang dihadapi pada tahun 2023 dan 2024 yaitu kurangnya ketersediaan atau krisis air yang menyebabkan rendahnya produksi terutama untuk tanaman padi, yang pada akhirnya mengakibatkan kurangnya swasembada pangan. Permasalahan bertambah dengan adanya tuntutan secara alamiah untuk meningkatkan produksi sekaligus ketahanan pangan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Ironi yang di hadapi justru tuntutan peningkatan produksi dan ketahanan pangan harus dicapai sementara sumberdaya air yang merupakan kunci untuk mencapainya ketersediaannya menurun. Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah perubahan tanaman, kondisi lahan, perubahan iklim dan kemajuan iptek di bidang pertanian.

Desa Bagelen yang ada di Kecamatan Bagelen merupakan salah satu desa yang menghadapi masalah kekurangan air untuk budidaya tanaman, khususnya tanaman padi. Salah satu kelompok tani di Desa Bagelen yaitu Kelompok Tani Ibnu Taslim yang diketuai oleh Bapak Muh Zamroni mendapatkan bantuan program Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2024 dengan dana sebesar Rp 112.800.000. Program ini dikelola secara swadaya oleh ketua beserta anggota Kelompok Tani Ibnu Taslim. Pada Hari Selasa, tanggal 7 Januari 2025 Staff Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melakukan monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan program Irigasi Perpompaan yang sudah dilaksanakan dan selesai di Kelompok Tani Ibnu Taslim Desa Bagelen. Dana bantuan irigasi perpompaan ini direalisasikan dalam bentuk sumur bor sebanyak enam titik beserta mesin pompa submersible sebanyak 4 titik sumur, sementara mesin submersible untuk 2 titik sumur didanai dengan dana desa. Setelah diuji coba di 3 titik sampling, sumur bor beserta mesin submersible bisa mengalirkan air untuk lahan pertanian disekitarnya.

Keberhasilan program irigasi perpompaan yang dikelola secara swadaya oleh Kelompok Tani Ibnu Taslim Desa Bagelen yang menghasilkan sumber air sebanyak enam titik diharapkan mampu menjadi penyemangat petani yang memiliki lahan disekitarnya. Selain itu, petani disekitar sumber air dapat meamnfaatkan air tersebut untuk menambah indeks pertanaman terutama tanaman padi, mengingat di Desa Bagelen sejauh ini hanya memiliki indeks pertanaman padi sebesar 1. Penambahan indeks pertanaman padi yang ada di Desa Bagelen secara langsung akan meningkatkan produksi padi dalam satu tahun dan mendukung program swasembada pangan nasional.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung