- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Irigasi Perpompaan di Bagelen Sangat Membantu Petani Dalam Menghadapi Kekeringan

Ketersediaan air di bidang
pertanian merupakan salah satu penentu untuk dapat menjamin pertumbuhan dan
produksi tanaman secara optimal. Sumber air dari curah hujan sering tidak
cukup, terutama pada musim kemarau. Bahkan, meskipun sudah ada irigasi juga seringkali
mengalami kekurangan. Di masa yang akan datang, untuk meningkatkan produksi
pangan kebutuhan akan air juga akan semakin meningkat.
Masalah yang dihadapi pada tahun
2023 dan 2024 yaitu kurangnya ketersediaan atau krisis air yang menyebabkan
rendahnya produksi terutama untuk tanaman padi, yang pada akhirnya
mengakibatkan kurangnya swasembada pangan. Permasalahan bertambah dengan adanya
tuntutan secara alamiah untuk meningkatkan produksi sekaligus ketahanan pangan
dengan meningkatnya jumlah penduduk. Ironi yang di hadapi justru tuntutan
peningkatan produksi dan ketahanan pangan harus dicapai sementara sumberdaya
air yang merupakan kunci untuk mencapainya ketersediaannya menurun.
Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah perubahan tanaman, kondisi lahan,
perubahan iklim dan kemajuan iptek di bidang pertanian.
Desa Bagelen yang ada di
Kecamatan Bagelen merupakan salah satu desa yang menghadapi masalah kekurangan
air untuk budidaya tanaman, khususnya tanaman padi. Salah satu kelompok tani di
Desa Bagelen yaitu Kelompok Tani Ibnu Taslim yang diketuai oleh Bapak Muh
Zamroni mendapatkan bantuan program Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2024
dengan dana sebesar Rp 112.800.000. Program ini dikelola secara swadaya oleh
ketua beserta anggota Kelompok Tani Ibnu Taslim. Pada Hari Selasa, tanggal 7
Januari 2025 Staff Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melakukan monitoring dan evaluasi
hasil pekerjaan program Irigasi Perpompaan yang sudah dilaksanakan dan selesai
di Kelompok Tani Ibnu Taslim Desa Bagelen. Dana bantuan irigasi perpompaan ini
direalisasikan dalam bentuk sumur bor sebanyak enam titik beserta mesin pompa
submersible sebanyak 4 titik sumur, sementara mesin submersible untuk 2 titik
sumur didanai dengan dana desa. Setelah diuji coba di 3 titik sampling, sumur
bor beserta mesin submersible bisa mengalirkan air untuk lahan pertanian
disekitarnya.
Keberhasilan program irigasi
perpompaan yang dikelola secara swadaya oleh Kelompok Tani Ibnu Taslim Desa
Bagelen yang menghasilkan sumber air sebanyak enam titik diharapkan mampu
menjadi penyemangat petani yang memiliki lahan disekitarnya. Selain itu, petani
disekitar sumber air dapat meamnfaatkan air tersebut untuk menambah indeks
pertanaman terutama tanaman padi, mengingat di Desa Bagelen sejauh ini hanya
memiliki indeks pertanaman padi sebesar 1. Penambahan indeks pertanaman padi
yang ada di Desa Bagelen secara langsung akan meningkatkan produksi padi dalam
satu tahun dan mendukung program swasembada pangan nasional.






