Huanglongbing Disease

By DINPPKP 17 Mei 2022, 12:13:34 WIB Kegiatan POPT
Huanglongbing Disease

            Kabupaten Purworejo selain dikenal dari luasnya areal sawah juga dikenal sebagai sentra pembibitan dan produksi Jeruk. Jeruk yang banyak ditemui adalah varietas siam madu, siam banjar, dll. Akan tetapi dalam perkembangannya tanaman Jeruk di Kabupaten Purworejo terserangang Penyakit HLB (Huanglongbing Disease) atau di Indonesia dikenal sebagai Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penyakit ini sebabkan oleh bakteri yang penularannya dari tanaman sakit ke tanaman sehat melalui serangga vector Diaphorina citri.

Upaya pengendalian telah dilakukan melalui eradikasi total maupun selektif dan infus antibiotic, namun belum berhasil. Selanjutnya melalui program nasional untuk melindungi tanaman baru dari infeksi ulang diimplementasikan program nasional melalui (1) produksi bibit jeruk bebas penyakit, (2) manajemen kebun yang baik, dan (3) pengendalian penyakit yang efisien untuk melindungi tanaman baru. Hasil penelitian HLB selama satu dekade terakhir memberikan pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik epidemi HLB. Pengembangan pengendalian HLB diarahkan untuk memformulasikan strategi pengendalian yang logis, realistis, dan efektif. Strategi pengendalian HLB meliputi: (1) penyusunan peta kesesuaian agroekologi dan endemisitas HLB untuk lokasi pengembangan jeruk, (2) pengembangan point of care sebagai pusat pemantauan dan penanganan dini HLB, (3) pengembangan sistem pemantauan HLB dan vektor D. citri berbasis komputer untuk memfasilitasi tindakan eliminasi, sanitasi, dan pengelolaan sumber inokulum, (4) pembangunan jaringan antara point of care dan petani/kelompok tani dalam sosialisasi pengendalian penyakit; dan (5) sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian No. 39 Tahun 2006 tentang Produksi, Sertifikasi, dan Distribusi Benih Bina. Strategi terakhir dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan bibit jeruk bebas penyakit tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat varietas.

Penelitian penyakit HLB/CVPD terus dilakukan untuk mendapatkan teknik pengendalian yang efektif, ramah lingkungan dan pada akhirnya aman bagi konsumen. Di Kabupaten Purworejo, Peneliti dari Universitas Gajah Mada dan ilmuwan pertanian Australia dari Australian Centre for International Agricultural Research Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia (ACIAR) bekerjasama untuk membantu mengidentifikasi dan menemukan solusi bagi masalah pertanian khususnya pada komoditi Jeruk. Pada hari Senin tanggal 16 Mei 2022 Tim UGM, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M. Agr. Sc. (ketua tim), Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. dan beberapa peneliti UGM serta mahasiswa S2/S3 dan Tim ACIAR, Dr. Jianhua Mo (Project leader), Ms. Irene Kernot (Research Program manager), Mr. Mayles Parker dan Ms Mirah Nuryati (Country Manager, Indonesia ) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Pekutan Kecamatan Bayan dimana telah dibangun 2 Screen House yang akan dipakai dalam penelitian tentang HLB. Mereka juga menyewa lahan jeruk bebas pestisida sebagai kebun percobaan. Setelah kunjungan ke Sreen House di Desa Pekutan Kecamatan Bayan dilanjutkan ke kebun jeruk Bpk Ahmad Tuwekal di Desa Sambeng Kecamatan Bayan serta ke Penangkar Bibit Jeruk Pak Eko di Desa Bedonokarang Duwur Kecamatan Kemiri. Selama kunjungan TIM UGM dan TIM ACIAR didampingi oleh PPL dari Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kemiri serta POPT Kabupaten Purworejo. Sinergi kerjasama antara peneliti, universitas, dinas pertanian, petani serta penangkar diharapkan dapat membantu menjawab permasalahan teknis maupun non teknis terkait komoditas Jeruk bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Purworejo.

by. Ruth 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung