- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Helminthiasis pada Ternak

Helminthiasis pada Ternak
Pada bulan Juni lalu Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah mengadakan surveilans helminthiasis pada beberapa desa di Kabupaten Purworejo. Sampel yang dikirim adalah 252 sampel feses yang terbagi dalam 12 Desa. Adapun Desa yang diambil sampelnya adalah Desa Clapar dan Dadirejo di Kecamatan Bagelen; Desa Kiyangkongrejo di Kecamatan Kutoarjo; Desa Kunir di Kecamatan Butuh; Desa Guyangan dan Blendung di Kecamatan Purwodadi; Desa Aglik di Kecamatan Grabag; Desa Pucangagung di Kecamatan Bayan; Desa Karangduwur di Kecamatan Kemiri; Desa Girirejo dan Wero di Kecamatan Ngombol; dan Desa Tasikmadu di Kecamatan Pituruh. Hasil dari surveilans helminthiasis ini adalah sejumlah 66 sampel feses positif helminthiasis, dan 56 sampel ditemukan Coccidia.
Helminthiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing (helminth) yang dapat menyerang pada beberapa hewan termasuk hewan ternak. Helminthiasis merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan ternak dan mengakibatkan kerugian ekonomis yang cukup besar. Terutama pada peternakan rakyat yang sistem pemeliharaan buruk, dimana sapi tidak dapat menunjukkan peningkatan bobot badan yang baik dengan manajemen pakan kualitas baik.
Penyakit yang disebabkan oleh cacing parasite saluran pencernaan menjadi salah salah satu penyebab rendahnya produksi daging oleh ternak. Penyebab cacingan antara lain konsumsi hijauan yang masih berembun dan tercemar vektor pembawa cacing. Helminthiasis akan menyebabkan menurunnya nafsu makan, kekurusan, bulu kusam, diare dan sampai menyebabkan kematian.
Indonesia merupakan negara beriklm tropis memiliki karakteristik daerah yang lembab dan hangat. Kondisi ini sangat mendukung untuk perkembangan stadium preparasitik sehingga kontaminasi dan infeksi dapat terjadi sepanjang tahun.
Sedangkan koksidiosis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh protozoa ordo Koksidia, famili Eimeriidae genus Eimeria yang cepat berkembang biak di saluran pencernaan dan paling sulit dikendalikan di peternakan sapi dibandingkan dengan protozoa gastrointestinal lainnya. Penyakit ini umumnya menginfeksi ternak-ternak muda, dapat mengakibatkan diare yang berkepanjangan, depresi dan anemi sehingga dapat menghambat pertumbuhan.
Untuk pencegahan helminthiasis dan koksidiosis pada ternak, berikan pakan yang sudah dilayukan terlebih dahulu, hindari memotong rumput dari pangkalnya karena biasanya pangkal rumput merupakan tempat perkembangbiakan siput, yang mana siput merupakan vektor berkembangbiaknya cacing. Dapat juga dengan pemberian obat cacing setiap 3-6 bulan.






