- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
HARGA PANGAN NAIK, WARGA ANTUSIAS SAMBUT GERAKAN PANGAN MURAH (GPM) DI KECAMATAN GRABAG

HARGA PANGAN NAIK, WARGA ANTUSIAS SAMBUT
GERAKAN PANGAN MURAH (GPM) DI KECAMATAN GRABAG
GRABAG NEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah melalui pasar murah dan Vaksinasi Rabies secara gratis dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H, pada Senin (16/10/2023) di Aula Kantor Kecamatan Grabag. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo dan Pemerintah Kecamatan Grabag sebagai tuan rumah yang diikuti oleh beberapa vendor diantaranya Perum BULOG, produk dari kelompok tani dan UMKM di wilayah Kecamatan Grabag.
Turut hadir dalam acara tersebut Eko Setyo Husodo, S. STP, M.M, selaku Camat Grabag, Hadi Sadsila, SP., MM selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo Gathot Suprapto, SH, Umiyatun Wijayanti, S.TP selaku Koordinator BPP Kecamatan Grabag, penyuluh pertanian Kecamatan Grabag, Kepala Desa se Kecamatan Grabag dan Forkompinca Kecamatan Grabag.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Camat Grabag, yang telah bersedia menjadi tuan rumah dari Gerakan Pangan Murah Serentak atau GPM ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi warga Kecamatan Grabag terutama masyarkat menengah kebawah” ucap Hadi Sadsila mengawali pembacaan laporan panitia pada acara pembukaan GPM tersebut.
Beliau juga menambahkan, antusias warga Kecamatan Grabag terlihat jauh sebelum acara dibuka. Mereka sudah berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Grabag tempat pasar murah digelar. Hal ini menunjukkan bahwa warga sangat senang dengan adanya pasar murah ini karena dengan adanya pasar murah akan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan harga yang terjangkau di saat harga dipasaran melonjak naik.
Kepala DKPP, Hadi Sadsila menjelaskan, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 421 titik di seluruh Indonesia, dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober tiap tahunnya, salah satunya di Kabupaten Purworejo ini. Adapun GPM dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk menjaga stabilitas harga. Selain GPM ini, diadakan pula vaksinasi rabies gratis bagi hewan piaraan seperti kucing, anjing dan monyet.
“GPM merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengendalikan harga. Dengan harga pangan yang terkendali, inflasi bisa dikendalikan. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan konsumsi masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi nasional," tandasnya.
Menurut beliau, selain di Grabag, akan diadakan pula GPM ini di Kecamtan Kemiri, Pituruh pada besok hari Rabu, disusul Kecamatan Ngombol dan Bagelen juga akan diselenggarakan GPM dengan konsep yang sama pada hari Jumat. Sehingga total ada 5 kecamatan yang menyelenggarakan GPM ini. Seperti pada umumnya setiap pelaksanaan GPM, para vendor peserta terdiri atas Perum BULOG, kelompok tani dan pihak lainnya yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok untuk dijual dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar dan produk pertanian setempat.
“Sejumlah komoditas tersebut meliputi beras, tepung terigu, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng, serta aneka sayuran dan buah-buahan. Seluruh produk pangan yang dijual di sini harganya di bawah harga pasar atau tidak melebihi harga acuan pembelian/penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," ujar Hadi lagi.
Sementara itu Wakil Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, sangat mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung sehingga terlaksananya kegiatan GPM Serentak Nasional ini. Menurutnya, pengendalian harga pangan melalui GPM merupakan langkah yang penting, mengingat pangan merupakan bagian dari kelompok kebutuhan yang harganya berubah-ubah atau fluktuatif, sehingga sangat mempengaruhi inflasi. GPM Serentak ini, menurutnya juga merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk pengendalian harga pangan di daerah.
“Kegiatan ini sangat penting karena merupakan bentuk dukungan pemerintah agar masyarakat bisa mengakses pangan dengan harga yang wajar. Diharapkan kedepannya pelaksanaan GPM ini terlaksana kembali dengan titik lokasi lebih banyak atau diadakan di setiap kecamatan tidak hanya 5 kecamata saja, sehingga masyarakat bisa memperoleh akses yang lebih luas lagi terhadap pangan murah dan berkualitas,” tuturnya.
Setelah membuka acara, Hj. Yuli Hastuti, S.H, menyempatkan diri mengunjungi stand pasar murah tersebut.
Sejumlah warga yang berbelanja kebutuhan pokok di pasar muarah tersebut mengaku sangat antusias dan bersyukur adanya pasar murah ini karena harga yang terjangkau dan lebih murah dari harga pasaran. Seperti diungkapkan Narti, salah seorang warga usai membeli kebutuhan pokok mengaku senang dan bersyukur adanya pasar murah ini karena harga- harga sembako lebih murah dari pada harga pasar.
"Saya sangat bersyukur adanya pasar murah ini. Selain harganya lebih murah dari harga pasar, kegiatan ini juga dapat membantu ibu rumah tangga seperti saya yang ekonominya menengah kebawah, apalagi harga kebutuhan pokok saat ini melonjak tinggi, sehingga adanya pasar murah ini sangat membantu kami,” tandas Narti sambil senyum sumiringah.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Siti, warga Desa Patutrejo yang berdekatan dengan lokasi pasar murah. Beliau menyampaikan agar pasar murah ini sering dilakukan di Grabag karena sangat membantu mengurangi pengeluaran belanja dapur sehingga lebih hemat.
“Alhamdulillah, semoga pasar murah ini rutin diadakan di Grabag karena harganya yang lumayan murah dari harga pasar. Saya kalau membeli telur dipasar harganya Rp 25.000 per kg sedangkan di pasar murah ini saya mendapat harga Rp 22.500 per kg. Jadi lebih hemat belanja saya”, jelas Siti sambil berlalu.
GPM di Kecamatan Grabag ini tidak berlangsung lama setelah acara pembukaan selesai, karena stok barang ludes diserbu warga. Selain menjaga kestabilan harga bahan pokok, GPM ini juga membantu pemasaran produk pertanian dari kelompok tani di wilayah Grabag.






