- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
- Puskeswan Purwodadi kembali buka!
- Pelayanan Kesehatan Hewan UPT Puskeswan Mranti di Akhir Maret
- *Dukung Program GAP Tembakau, Kelompok Tani Makmur Tani Laksanakan Persemaian di Desa Kambangan*
- KOORDINASI PELAKSANAAN HIBAH TA. 2026
- Rapat Sosialisasi Pelarangan Perdagangan daging Anjing dan kucing di Jawa Tengah
Harapan Panen Melimpah, Poktan Wiji Makmur Tanam Jagung Unggulan Bantuan Pemerintah

Harapan Panen Melimpah, Poktan Wiji Makmur Tanam Jagung Unggulan Bantuan Pemerintah
Kelompok Tani Wiji Makmur Desa Kumpulsari, Kecamatan Ngombol, melaksanakan kegiatan tanam jagung bantuan pemerintah pada Kamis, 18 Desember 2025, di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi, sebagai upaya mendukung peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Jagung yang ditanam merupakan benih jagung hibrida unggulan varietas Pioneer 89. Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi hingga 13 ton per hektare dengan kadar air 15 persen, serta dirancang memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai yang kerap menyerang tanaman jagung pada umur 15–40 hari setelah tanam.
Kegiatan tanam dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani dengan pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Dalam penerapan budidaya, petani menggunakan jarak tanam 70 x 20 sentimeter dengan satu benih per lubang, guna memperoleh pertumbuhan tanaman yang seragam dan optimal.
Selain berpotensi hasil tinggi, P89 dikenal memiliki tongkol besar dengan 16–18 baris biji per tongkol, janggel kecil, serta warna biji merah cerah yang diminati pedagang dan pabrik pakan. Varietas ini juga tahan terhadap stres lapangan, sehingga tanaman tetap sehat hingga masa panen.
Dengan pengelolaan yang baik, jagung P89 diperkirakan dapat dipanen pada umur sekitar 104 hari setelah tanam (HST). Melalui pemanfaatan bantuan pemerintah ini, Kelompok Tani Wiji Makmur berharap produksi jagung meningkat, pendapatan petani lebih pasti, serta mampu memberikan rasa aman dan kebanggaan bagi petani dalam mendukung ketahanan pangan wilayah.






