- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Harapan Panen Melimpah, Poktan Wiji Makmur Tanam Jagung Unggulan Bantuan Pemerintah

Harapan Panen Melimpah, Poktan Wiji Makmur Tanam Jagung Unggulan Bantuan Pemerintah
Kelompok Tani Wiji Makmur Desa Kumpulsari, Kecamatan Ngombol, melaksanakan kegiatan tanam jagung bantuan pemerintah pada Kamis, 18 Desember 2025, di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi, sebagai upaya mendukung peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Jagung yang ditanam merupakan benih jagung hibrida unggulan varietas Pioneer 89. Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi hingga 13 ton per hektare dengan kadar air 15 persen, serta dirancang memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai yang kerap menyerang tanaman jagung pada umur 15–40 hari setelah tanam.
Kegiatan tanam dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani dengan pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Dalam penerapan budidaya, petani menggunakan jarak tanam 70 x 20 sentimeter dengan satu benih per lubang, guna memperoleh pertumbuhan tanaman yang seragam dan optimal.
Selain berpotensi hasil tinggi, P89 dikenal memiliki tongkol besar dengan 16–18 baris biji per tongkol, janggel kecil, serta warna biji merah cerah yang diminati pedagang dan pabrik pakan. Varietas ini juga tahan terhadap stres lapangan, sehingga tanaman tetap sehat hingga masa panen.
Dengan pengelolaan yang baik, jagung P89 diperkirakan dapat dipanen pada umur sekitar 104 hari setelah tanam (HST). Melalui pemanfaatan bantuan pemerintah ini, Kelompok Tani Wiji Makmur berharap produksi jagung meningkat, pendapatan petani lebih pasti, serta mampu memberikan rasa aman dan kebanggaan bagi petani dalam mendukung ketahanan pangan wilayah.






