- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Hama Wereng dan Hawar Daun Serang Tanaman Padi Warga Loano
Salah
satu faktor penghambat dalam meningkatkan produktivitas padi diantaranya adanya
serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT utama pertanaman padi di Desa
Loano, Kecamatan Loano antara lain penggerek batang, wereng batang coklat (WBC),
walang sangit, keong mas, blast, hawar daun bakteri (HDB).
Di
Kelompok Tani Barokah Desa Loano Kecamatan Loano, hama penggerek batang masih
menjadi hama utama dan perlu dikendalikan pada pertanaman padi karena sering
menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Hama ini dapat
merusak tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai persemaian, fase anakan
sampai fase pembungaan. Serangan pada persemaian dan fase anakan menyebabkan
kematian anakan muda hama ini disebut sundep. Jika serangan sundep pada fase tersebut
kurang dari 5%, kehilangan hasil tidak terlalu besar karena tanaman padi masih
dapat membentuk anakan baru. Jika serangan pada fase pembungaan menyebabkan
malai tampak putih dan hampa disebut beluk.
Bertempat
di lahan sawah Kelompok Tani Barokah Desa Loano, pada Kamis 20 Juni 2024
diadakan gerakan pengendalian hama penggerek batang padi. Gerdal ini dihadiri
PPL Wibi dan anggota Kelompok Tani Barokah Desa Loano. Kegiatan ini diawali pengendalian
hama penggerek batang menggunakan agensi hayati Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens. Cara kerja agensi
hayati tersebut yaitu dengan menginfeksi hama melalui racun pencernaan yang menyebabkan
terganggunya keseimbangan osmosis sel yang kemudian dapat menyebabkan sel pecah
dan akhirnya hama akan mati. Pengendalian hama penggerek dilakukan oleh anggota
kelompok tani mulai dari persemaian dan tanaman muda sebagai antisipasi ledakan
hama penggerek batang. Pengendalian dilakukan pagi hari secara serentak agar
lebih efektif dan efisien. Acara selanjutnya penyuluhan tentang gejala
serangan, morfologi hama penggerek batang dan strategi pengendalian hama
penggerek batang padi. Strategi pengendalian hama penggerek batang padi dapat
dilakukan dengan pengaturan pola tanam, pengendalian mekanik/fisik, hayati dan
kimiawi berbahan aktif karbofuran, serta pengendalian preventif.
(Fitri
Ulfataeni, A.Md.P. – BPP Loano)






