HADAPI MUSIM TANAM II, KTNA KECAMATAN KEMIRI ADAKAN EVALUASI MUSIM TANAM I TAHUN 2023/2024

By DINPPKP 15 Mei 2024, 09:30:06 WIB Penyuluhan
HADAPI MUSIM TANAM II, KTNA KECAMATAN KEMIRI  ADAKAN EVALUASI MUSIM TANAM I TAHUN 2023/2024

HADAPI MUSIM TANAM II, KTNA KECAMATAN KEMIRI

ADAKAN EVALUASI MUSIM TANAM I TAHUN 2023/2024

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Meskipun padi dapat ditanam sepanjang tahun, pada dasarnya padi ditanam berdasarkan ketersediaan air. Musim tanam adalah pedoman waktu tertentu yang dijadikan sebagai tahap permulaan menanam. Musim tanam ini memiliki peran yang memungkinkan pelaku di sektor pertanian mendapatkan anjuran budidaya tanaman, khususnya tanaman pangan. Ada beberapa manfaat pentingnya menggunakan musim tanam padi sebagai pedoman, yaitu; mengurangi resiko gangguan hama dan penyakit tanaman, sehingga secara tidak langsung dapat menekan penggunaan pestisida serta mengurangi resiko gagal panen atau puso, akibat kekurangan air, kebanjiran, roboh terkena angin, dan lain sebagainya.

Hal tersebut disampaikan Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., dalam Pertemuan KTNA Kecamatan Kemiri pada Selasa (14/05/2024) di Aula BPP Kecamatan Kemiri.

Beliau memaparkan, bahwa produksi atau hasil panen diharapkan bisa maksimal, apabila ditanam pada waktu yang tepat. Sebab, keberhasilan budidaya tanaman sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Sama halnya dengan adanya fenomena El Nino ini, ternyata masih memberikan dampak di wilayah Kecamatan Kemiri. Setelah beberapa waktu lalu memberikan dampak pada kemunduran MT I hingga 2 bulan, sebagai imbasnya untuk MT II ini tentu mengalami kemunduran juga.

“MT I yang mundur menyebabkan serangan hama penyakit pada tanaman padi meningkat. Seperti yang terjadi di Wilayah Kecamatan Kemiri, terjadi ledakan hama wereng. Bahkan untuk gerakan pengendalian hama wereng sudah dilakukan sebanyak 21 kali,” tambah beliau.

Selain anggota KTNA yang hadir berjumlah 37 orang, turut hadir dalam acara tersebut Kepala UPT PJI Wilayah Kemiri, Suparmono, S.ST, perwakilan Camat Kemiri, Ketua KTNA Kecamatan Kemiri, yang diwakili oleh Fajar Alwani, Penyuluh Pertanian, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP, dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kecamatan Kemiri, Sugiyo.

Ketua KTNA Kecamatan Kemiri, yang diwakili oleh Fajar Alwani menyampaikan, sebagian wilayah Kemiri seperti Rowobayem, Kemirikidul, Kerep dan sekitarnya, telah berhasil serta sukses melakukan penanaman padi. Hal ini tentunya perlu kita dukung serta berikan apresiasi, karena petani, secara tidak langsung telah ikut berkonstribusi secara nyata dalam peningkatan luas tanam, produksi dan produktivitas pangan, khususnya padi di MT II ini. Namun sebagian wilayah juga belum bisa tanam bahkan olah tanah karena kendala air.

“Melalui pertemuan KTNA ini, kita evaluasi MT I yang sudah mundur hingga 2 bulan guna mempersiapkan MT II supaya kendala di MT I tidak terjadi lagi di musim tanam berikutnya,” tegasnya.

 

Menjawab hal tersebut, Kepala UPT PJI Wilayah Kemiri, Bapak Supamono, S.ST menjelaskan, tidak memungkiri problematika di lapangan, khususnya wilayah sawah yang mengandalkan Bendung Kalimeneng dimana sumber air sangat bergantung pada curah hujan.

 

“Fenomena El Nino tentu memberikan dampak pada curah hujan yang jauh berkurang sehingga menyebabkan volume air di Bendung Kalimeneng juga sangat kecil, imbasnya MT I mengalami kemunduran,” tutur beliau.

 

Pihaknya juga sudah mengusahakan penambahan debit air untuk aliran wilayah DI Kalimeneng Kanan yang bersumber dari Waduk Wadaslintang sebanyak 6 kubik yang terbagi untuk 2 kecamatan yaitu Kutoarjo dan Kemiri. Adapun jadwal pembagiannya, 3 hari untuk wilayah Kemiri dan 3 hari untuk wilayah Kutoarjo.

“Terkait kerusakan infrakstruktur saluran sekunder menjadi kewenangan pusat (Kementerian PUPR), baik itu perbaikan ataupun rehabilitasi, sedangkan UPT PJI wilayah Kemiri hanya bisa mendorong aspirasi masyarakat yang terimbas dari kerusakan saluran sekunder tersebut,” tambahnya lagi.

Suparmono menegaskan, untuk persiapan tanam di MT II ini, pihaknya sudah mengupayakan lagi untuk penambahan debit air, yang sebelumnya hanya mendapat 3 kubik, saat ini ditambah 1 kubik sehingga menjadi 4 kubik dengan kecepatan aliran 1.200 liter/detik.

Dalam kesempatan yang sama, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kecamatan Kemiri, Sugiyo menuturkan bahwa, terkait pengendalian hama wereng yang sedang meledak di wilayah Kemiri imbas dari El Nino, pihaknya bersama penyuluh pertanian setempat akan membantu semaksimal mungkin. Beliau juga meminta kepada petani untuk melakukan pengamatan secara kontinue. Jika sudah ada indikasi serangan hama ataupun penyakit tanaman diatas ambang batas pengendalian, segera menghubungi penyuluh wibi masing-masing atau Petugas POPT setempat.

“Intensitas serangan melebihi ambang batas pengendalian untuk hama wereng yaitu 3 ekor per rumpun. Jadi jika petani menemukan ada indikasi adanya hama dengan intensitas serangan melebihi ambang batas pengendalian, segera untuk melaporakan dan koordinasi untuk gerakan pengendalian,” tambahnya.

 

Seperti yang dipaparkan, Sugiyo mengatakan bahwa, gerakan pengendalian yang telah dilakukan hanya sebatas stimulan, yang artinya tanpa pengendalian yang serempak dari petani sendiri, hama wereng ini akan sulit dikendalikan dengan efektif.

Di akhir acara, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri mendorong pihak KTNA untuk segera berkoordinasi dengan petugas irigasi wilayah Kemiri Timur yang meliputi DI Loning dan DI Rebug untuk menghadapi MT II. Beliau juga menyarankan kepada petani di MT II ini, untuk tanam padi umur pendek, guna mensiasati kemunduran musim tanam dengan harapan di musim tanam berikutnya, petani masih bisa tanam padi. --





Berita Purworejo

Counter Pengunjung