- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
HADAPI MUSIM KEMARAU, PENYULUH AJAK KWT MENANAM TANAMAN ADAPTIF KACANG HIJAU

HADAPI MUSIM KEMARAU, PENYULUH AJAK KWT
MENANAM TANAMAN ADAPTIF KACANG HIJAU
GRABAG NEWS – Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara yang memiliki iklim tropis yang terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan pada umumnya terjadi pada bulan Oktober hingga Maret sedangkan musim kemarau biasanya terjadi pada bulan April hingga September dimana pada puncaknya biasanya terjadi pada bulan Agustus. Ketika terjadi musim kemarau, maka hujan mulai tidak turun lagi, maka pertaniannya pun pasti banyak tergantung pada bendungan, sungai ataupun sumur- sumur yang kita buat di areal pertanaman kita, tetapi ketika sahabat tani memilih tanaman yang tepat yang dapat beradaptasi pada saat musim kemarau maka proses budidayanya pasti bakalan jadi lebih mudah dan tidak merepotkan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator BPP Kecamatan Grabag, Umiyatun Wijayanti, STP, pada pertemuan rutin KWT Ngudi Rahayu di Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag pada Senin (11/09/2023) di Sekretariat KWT Ngudi Rahayu.
“Ada beberapa tanaman yang dapat beradaptasi atau bisa dibilang tahan terhadap kondisi kekurangan air yang akan memudahkan petani untuk menanamnya dengan tujuan tetap menguntungkan walaupun dengan kondisi minim air”, ungkap beliau mengawali sambutannya.
Beliau juga menambahkan, ada beberapa perlakuan yang sebaiknya kita hindari pada saat musim kemarau, diantaranya yang pertama, dianjurkan untuk tidak memupuk dengan penaburan, jangan biarkan tanah dalam kondisi yang terbuka, membersihkan gulma sampai habis ke akar-akarnya, jangan sampai kita biarkan tanaman kita dalam kondisi kekurangan air dan ini mutlak tidak boleh terjadi sama sekali karena pada dasarnya metabolisme semua makhluk hidup itu pasti membutuhkan air terutama pada proses fotosintesis, mengurangi daun yang sudah tidak produktif, hindari lakukan penyemprotan ketika sudah terlalu siang, dan jangan melakukan pembumbunan.
“Saya berharap, anggota KWT Ngudi Rahayu bisa ‘struggle’ dengan cuaca dan musim yang ekstrem, karena bila tidak petani juga bisa gagal panen. Ada beberapa yang bisa dilakukan dalam menghadapi musim kemarau, setidaknya untuk menghindari gagal panen. Pilihlah tanaman yang tahan dengan musim kemarau adalah pilihan bijak, seperti kacang hijau. Kacang hijau juga memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan sehingga bisa menjadi alternatif tanaman untuk hadapi musim kemarau”, imbuhnya lagi.
Turut hadir dalam acara tersebut Eko Sutresno, A.Md selaku narasumber dan 15 orang anggota KWT Ngudi Rahayu yang semua pesertanya perempuan.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Penyuluh Wibi Desa Kedungkamal, Eko Sutresno, A.Md. Menurut narasumber, bahwa sebagai petani harus dapat mempertimbangkan untuk mendiversifikasi usaha pertaniannya dengan menanam berbagai jenis tanaman. Hal ini dimaksudkan agar saat salah satu jenis tanaman terkena dampak dari kekeringan, maka tanaman yang lain masih dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani. Pelajari pola cuaca lokal, dengan memahami pola cuaca lokal maka petani dapat mengatur jadwal penanaman dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
“Ada beberapa tanaman yang adaptif atau cocok untuk dibudidayakan di musim kemarau, salah satunya adalah kacang hijau. Kacang hijau sangat cocok dengan lingkungan yang kering. Kacang hijau bisa ditanam pada saat musim kemarau sesudah penanaman tanaman padi dengan pola tanam padi padi kacang hijau untuk sawah beririgasi. Kacang hijau juga termasuk tanaman yang dapat menyesuaikan diri terhadap resiko kekeringan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap terjadinya kerusakan akibat kekeringan”, tandas beliau.
Menurut beliau, kacang hijau merupakan jenis tanaman berprotein nabati tinggi yang menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Selain bermanfaat sebagai kuliner, kacang hijau juga bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya untuk mengurangi lemak jahat dalam tubuh, mengatur hormon dan menghambat pertumbuhan tumor. Melihat begitu banyak manfaat dari kacang hijau, tidak heran jika banyak sekali permintaan dari konsumen. Baik dari konsumen rumah tangga, home industri maupun dari pabrik. Hal ini tentu dapat kita manfaatkan sebagai ladang usaha untuk bertanam kacang hijau.
“Akan tetapi sebelum menanamnya, terlebih dahulu kita harus memilih lahan penanaman yang sesuai. Selain itu kita juga harus memilih masa yang tepat. Pada lahan sawah, tanaman kacang hijau ditanam pada musim kemarau sesudah padi. Sementara di lahan tegalan dilakukan di awal musim hujan”, lanjut beliau.
Ditambahkan lagi, apabila syarat utama berupa lahan dan musim sudah terpenuhi, selanjutnya yang harus dilakukan adalah teknik budidaya yang baik. Pilih varietas yang paling sesuai dengan agroekosistem setempat, mempunyai potensi hasil tinggi, seragam, sehat, jelas asal usulnya dan disesuaikan permintaan. Benih bermutu menghasilkan tanaman sehat, pertumbuhan lebih cepat dan seragam. Pada lahan bekas padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah. Untuk pemupukan, yang paling baik adalah pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Acuan pemupukan tanaman kacang hijau pada tipe penggunaan lahan sawah dengan pola tanam padi-padi-kacang hijau biasanya tidak banyak memerlukan pupuk buatan.
“Tanaman kacang hijau relatif tahan kering, namun tetap memerlukan pengairan terutama pada periode kritis yaitu pada waktu perkecambahan, menjelang berbunga dan pembentukan polong”, tambahnya lagi
Setelah selesai menanam, agar tumbuh subur tentu membutuhkan perawatan. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila anda rajin untuk merawatnya. Tanaman kacang hijau bisa menjadi alternatif terbaik, karena kacang hijau memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik pada saat musim kemarau dengan masa panen yang begitu singkat. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa kacang hijau memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman kedelai pada saat musim kemarau, artinya tanaman kacang hijau bisa dijadikan alternatif terutama dalam menghadapi musim kemarau yang notabene ketersediaan airnya sangat rendah.






