GUNAKAN DRONE SPRAYING UNTUK KENDALIKAN ENCENG GONDOK DI EMBUNG DESA DUDUKULON KECAMATAN GRABAG

By DINPPKP 11 Jul 2023, 14:05:27 WIB Penyuluhan
GUNAKAN DRONE SPRAYING UNTUK KENDALIKAN ENCENG GONDOK  DI EMBUNG DESA DUDUKULON KECAMATAN GRABAG

GUNAKAN DRONE SPRAYING UNTUK KENDALIKAN ENCENG GONDOK

DI EMBUNG DESA DUDUKULON KECAMATAN GRABAG

 

GRABAG NEWS. Embung merupakan bangunan berbentuk cekung yang berfungsi menampung kelebihan air pada saat terjadi hujan. Seperti Embung Desa Dudukulon, juga telah memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dalam menjaga ketersediaan air, mencegah banjir, mengatasi kekeringan, meningkatkan produksi pertanian, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun apa jadinya jika embung tersebut dipenuhi dengan enceng gondok?

Seperti yang terjadi di Embung Desa Dudukulon, Kecamtan Grabag, ketika dilakukan penyemprotan untuk mengendalikan enceng gondok pada Selasa (11/7/23) oleh POPT Kecamatan Grabag, Ibu Wakhidatun Jamaliyah dan penyuluh wibi Desa Dudukulon, Nurkasim ternyata embung tersebut sudah dipenuhi dengan enceng gondok.

Kepala Desa Dudukulon, Kasdi yang juga ikut mengawal kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa embung ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Dudukulon dan sekitarnya, sehingga sangat disayangkan jika banyak enceng gondok yang menutupi hampir seluruh permukaan embung yang sudah barang tentu mengganggu kebermanfaatan embung tersebut.

“Enceng gondok ini mudah sekali berkembang biak sehingga apabila dibiarkan lama kelamaan akan semakin tumbuh subur, jumlahnya menjadi banyak. Yang salah satu alasan eceng gondok dianggap gulma karena dapat mengancam kehidupan yang ada dibawahnya,” ungkap beliau.

Beliau juga menambahkan, selain bermanfaat untuk sektor pertanian, embung ini juga dimanfaakan untuk wisata. Selain wisata mancing, pengunjung dapat menikmati keindahan embung dengan naik perahu. Sehingga selain bermanfaat untuk sektor pertanian yang karena memang embung tersebut berada di areal persawahan, embung tersebut juga bermanfaat untuk menambah pendapatan warga dari sektor wisata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, petani Desa Dudukulon, Babinsa, Polisi Kamtibmas, Penyuluh dan Koordinator BPP Kecamatan Grabag. Dengan menggandeng Bapak Firman dari PT Maxi Tani, warga Desa Dudukulon secara mandiri untuk melakukan penyemprotan enceng gondok di Embung Desa Dudukulon yang dirasa sudah cukup mengganggu.

Dalam arahannya, Koordinator BPP Kecamatan Grabag, mengatakan bahwa kegiatan normalisasi Embung Desa Dudukulon merupakan langkah awal untuk menanggulangi persoalan banjir khususnya di areal persawahan di sekitar embung tersbut. Normalisasi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan kontinue agar manfaat dari embung masih bisa dirasakan.

 

“Apabila semakian banyak eceng gondok yang ada di embung maka cahaya matahari akan menjadi susah untuk masuk ke dalam perairan, ikan akan kekurangan vitamin dari matahari dan mempersulit untuk ikan bernapas karena eceng gondok yang menutupi perairan tidak menyediakan ruang untuk ikan mengambil udara bebas,” tandasnya.

 

Acara dilanjutkan dengan proses penyemprotan enceng gondok dengan menggunakan drone. Drone dipilih karena lebih efektif, mengingat yang disemprot adalah perairan sehingga lebih terjaga keamanannya dibanding dengan penyemprotan secara manual.

 

Menurut Bapak Firman dari PT Maxi Tani, sebagai salah satu cara yang efektif dan efisien dalam kegiatan pengendalian gulma enceng gondok, sekaligus penghematan biaya guna mendukung budidaya pertanian berkelanjutan, dewasa ini inovasi penyemprotan dengan menggunakan teknologi drone adalah pilihan terbaik.

 

“Pengaplikasian teknologi drone sangat efisien dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga 20 menit per hektarnya, sedangkan jika pengaplikasiannya secara manual, membutuhkan waktu sekitar setengah hari hingga 1 hari. Apalagi untuk penyemprotan di embung yang notabene adalah perairan, pengaplikasian manual akan sulit dilakukan, sedangkan dengan menggunakan teknologi drone, kendala tersebut tentu dapat teratasi,” tutur Firman.

 

Pengendalian enceng gondok kali ini, dengan menyemprotan obat kimia 2.AD Ameena dan Parakuat. Namun walaupun menggunakan obat kimia, tetap aman untuk ikan yang ada dibawahnya, karena penyemprotan tersebut hanya mengenai bagian permukaan saja.

 

“Penyemprotan menggunakan drone hanya akan mengenai bagian permukaan saja dari enceng gondok sehingga lebih aman. Untuk cara kerja dari obat ini adalah, setelah dilakukan penyemprotan, enceng gondok akan layu sampai ke akar lalu akan mati dengan sendirinya," bebernya lagi.

 

 

Firman melanjutkan, pemanfaatan drone di bidang pertanian sebenarnya menguntungkan para petani. Terlebih saat ini bidang pertanian kekurangan sumber daya manusia (SDM) produktif akibat minimnya minat generasi muda. Jadi, ini salah satu upaya kita mengenalkan teknologi- teknologi kemudahan aplikasi pertanian.

Kendati demikian, Firman mengakui pemanfaatan drone di bidang pertanian masih cukup berat. Apalagi biaya membeli drone mahal, mencapai puluhan juta rupiah. Artinya kalau sisi kepemilikan drone memang berat.

Seperti yang diungkap salah satu petani Desa Dudukulon, Legiman (53), juga menyampaikan hal yang sama. Legiman mengaku tertarik dengan teknologi drone, namun dirinya terkendala di persoalan biaya.

 “Drone mahal harganya, katanya sampai puluhan juta. Petani kecil seperti saya mana mampu membelinya. Kecuali kalau ada bantuan ya saya mau saja,” ujar Legiman sambil tertawa.

Manfaat drone spraying bukan cuma memberi hasil pada pertaniannya, tetapi memberi dampak positif ke petaninya juga. Resiko kesehatan dari cairan kimia pestisida selalu mempengaruhi petani. Proses penyemprotan pestisida dan pupuk yang dilakukan terus menerus sehingga berdampak pada kesehatan petani. Apalagi beban tabung penyemprot sangatlah berat yang dibawa selama seharian. Resiko kesehatan semakin tinggi karena kurangnya optimalnya alat keselamatan kerja untuk mencegah kontaminasi ke tubuh petani.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung