- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Gerdal WBC (Wereng Batang Coklat) Desa Kroyo Kulon Kecamatan Kemiri
Gerdal WBC (Wereng Batang Coklat) Desa Kroyo Kulon Kecamatan Kemiri
Senin, 12 Juni 2023 telah dilaksanakan Gerakan Pengendalian atau Gerdal Wereng Batang Coklat. Dari hasil pengamatan keliling terindikasi 3-5 ekor WBC per rumpun, maka dari itu di himbau kepada masyarakat untuk waspada Wereng. Tindak lanjut dari POPT dan PPL wibi setempat di laksanakan Gerdal/ Gerakan Pengendalian secara bersama-sama dan serempak bersama petani, POPT, Koord PPL, PPL Wibi, dan Babinsa dengan menggunakan pestisida Nabati.
Gerakan pengendalian ini dilakukan pagi hari pukul 07.00 setelah embun turun supaya pestisida nabati tersebut dapat mengendalikan hama Wereng Batang Coklat. Jika dilakukan penyemprotan pada saat masih banyak embun di khawatirkan pestisida nabati akan kurang efektif dalam mengendalikan hama wereng tersebut. Wereng batang coklat jika tidak dikendalikan akan terus berkembang biak. Siklus hidupnya anatara 23 -33 hari. Seekor wereng coklat betina di Laboratorium dapat menghasilkan telur sampai 1000 butir. Namun karena adanya pengaruh lingkungan kemampuan bertelur di lapangan hanya mencapai 100-600 butir.
Nimfa wereng coklat terdapat pada pangkal batang tanaman padi di atas permukaan air, apabila populasinya tinggi ditemukan juga pada daun bendera dan pangkal malai.
Untuk evaluasi selanjutnya setelah dilakukan Gerdal akan ada pengamatan secara berkala tiap 3 hari sekali.






