- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
GERDAL SWADAYA DESA WONOENGGAL UNTUK KENDALIKAN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG

GERDAL SWADAYA DESA WONOENGGAL
UNTUK KENDALIKAN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG
Hama penggerek batang adalah
salah satu hama berbahaya pada tanaman padi, karena hama ini bisa menyerang
tanaman padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, fase generatif hingga menjelang panen. Kerugian yang besar terjadi
bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Adapun gejala
serangan hama penggerek batang padi
antara lain pada tanaman fase vegetatif, larva memotong bagian tengah
anakan menyebabkan pucuk layu, mengering dan pada akhirnya mati. Selain itu
pada fase generatif, menyebabkan malai muncul putih.
Desa Wonoeggal merupakah
satu-satunya Desa di Kecamatan Grabag yang menganggarkan Dana Desa untuk
kegiatan Pengendalian hama penggerek batang padi secara massal. Anggaran
tersebut berbentuk penyediaan racun, biaya tenaga dan konsumsi. Kegiatan ini
dilaksanakan Pada Hari Selasa (28/5/2024) dengan jumlah peserta sebanyak 30
petani. Luasan lahan yang dilakukan penyemprotan massal sekitar 50 Ha.
Eko Sutresno selaku PPL Wibi
sangat mendukung kegiatan tersebut. ’’Saya sangat mndukung dan mengapresiasi
untuk pemerintahan desa Wonoenggal karena dengan adanya kegiatan ini serangan
hama dalam fase generatif dapat segera dikendalikan” Melihat antusias petani
saya juga berharap apabila kegiatan ini dapat di contoh oleh desa – desa yang
lain tambahnya.
Duwi Hartoto selaku Koordinator
PPL Kecamatan Grabag juga menambahkan strategi pengendalian hama penggerek
batang dapat dikendalikan dengan Pengaturan Pola Tanam. Waktu tanam yang tepat
merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang.
Hindari penanaman padi pada bulan-bulan Desember – Januari, karena suhu,
kelembaban dan curah hujan pada saat itu sangat cocok untuk perkembangan hama
penggerek batang, sementara tanaman padi yang baru ditanam sangat sensitif
terhadap hama tersebut. Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan
ngengat atau populasi larwa di tunggul tanaman padi. Tanam serempak dapat
dilakukan untuk menghindari sumber makanan bagi hama penggerek batang padi.
Dalam satu hamparan kelompok tani batas waktu tanam awal dan akhir sebaiknya
paling lama 15 hari. Pergiliran tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk
memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.
Pada akhir sambutannya Duwi
Hartoto, S.ST. Menegaskan bahwa “ Pengendalian secara kimia dapat dilakukan
jika serangan sudah melebihi ambang batas dengan tetap memperhatikan dosis
sesuai anjuran ”






