GERDAL SWADAYA DESA WONOENGGAL UNTUK KENDALIKAN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG

By DINPPKP 05 Jun 2024, 15:39:34 WIB Penyuluhan
GERDAL SWADAYA DESA WONOENGGAL UNTUK KENDALIKAN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG

GERDAL SWADAYA DESA WONOENGGAL UNTUK KENDALIKAN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG 

 

Hama penggerek batang adalah salah satu hama berbahaya pada tanaman padi, karena hama ini bisa menyerang tanaman padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, fase generatif hingga  menjelang panen. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Adapun gejala serangan hama penggerek batang padi  antara lain pada tanaman fase vegetatif, larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, mengering dan pada akhirnya mati. Selain itu pada fase generatif, menyebabkan malai muncul putih.

Desa Wonoeggal merupakah satu-satunya Desa di Kecamatan Grabag yang menganggarkan Dana Desa untuk kegiatan Pengendalian hama penggerek batang padi secara massal. Anggaran tersebut berbentuk penyediaan racun, biaya tenaga dan konsumsi. Kegiatan ini dilaksanakan Pada Hari Selasa (28/5/2024) dengan jumlah peserta sebanyak 30 petani. Luasan lahan yang dilakukan penyemprotan massal sekitar 50 Ha.

Eko Sutresno selaku PPL Wibi sangat mendukung kegiatan tersebut. ’’Saya sangat mndukung dan mengapresiasi untuk pemerintahan desa Wonoenggal karena dengan adanya kegiatan ini serangan hama dalam fase generatif dapat segera dikendalikan” Melihat antusias petani saya juga berharap apabila kegiatan ini dapat di contoh oleh desa – desa yang lain tambahnya.

Duwi Hartoto selaku Koordinator PPL Kecamatan Grabag juga menambahkan strategi pengendalian hama penggerek batang dapat dikendalikan dengan Pengaturan Pola Tanam. Waktu tanam yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman padi pada bulan-bulan Desember – Januari, karena suhu, kelembaban dan curah hujan pada saat itu sangat cocok untuk perkembangan hama penggerek batang, sementara tanaman padi yang baru ditanam sangat sensitif terhadap hama tersebut. Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larwa di tunggul tanaman padi. Tanam serempak dapat dilakukan untuk menghindari sumber makanan bagi hama penggerek batang padi. Dalam satu hamparan kelompok tani batas waktu tanam awal dan akhir sebaiknya paling lama 15 hari. Pergiliran tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.

Pada akhir sambutannya Duwi Hartoto, S.ST. Menegaskan bahwa “ Pengendalian secara kimia dapat dilakukan jika serangan sudah melebihi ambang batas dengan tetap memperhatikan dosis sesuai anjuran ”





Berita Purworejo

Counter Pengunjung