- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
GERDAL RUTIN OPT PADI DI POKTAN KUWAT KELURAHAN DOPLANG
.jpg)
GERDAL
RUTIN OPT PADI DI POKTAN KUWAT KELURAHAN DOPLANG
4 Maret 2024
Salah satu tantangan
dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya
produktivitas lahan. Disisi lain sumberdaya alam terus menurun sehingga
perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya. Demikian pula dalam
usahatani padi, agar usahatani padi dapat
berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan
harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik
maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat terlanjutkan.
Salah
satu kegiatan yang dilakukan Kelompok Tani Kuwat Kelurahan Doplang Kecamatan
Purworejo untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dengan melaksanakan
gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi.
Gerakan ini dilakukan secara rutin seminggu tiga kali tiap hari Senin, Rabu dan
Jumat di blok yang berbeda. Kegiatan ini didampingi oleh PPL Wibi Doplang dan Petugas POPT Kecamatan Purworejo.
Pengendalian yang dilakukan secara biologi dengan memanfaatkan
agens hayati dan Pestisida Nabati. Dengan agens hayati, maka pengendalian yang
dilakukan dengan pendekatan pengelolaan agroekosistem dengan menggunakan peran
musuh alami OPT sehingga mampu mencegah timbulnya ledakan populasi OPT.
Agensia hayati yang digunakan antara lain: 1)
Beauveria bassiana merupakan cendawan
entomopatogen yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga
(menyerang hama wereng dan walang sangit pada tanaman padi), 2) Plant
Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)
yaitu sebagai pemacu atau perangsang pertumbuhan, penyedia unsur hara dan
pengendali pathogen yang berasal dari tanah, 3) Paenibacillus,
yaitu agensia hayati yang bersifat antagonis untuk mengendalikan beberapa
jenis penyakit tanaman , salah satunya mengendalikan penyakit BLB/kresek pada
tanaman padi.
Selain menggunakan Agensia hayati juga
menggunakan POC NPK dan pestisida nabati yang semuanya dibuat sendiri oleh
Kelompok Tani Kuwat. Diharapkan dengan penggunaan bahan-bahan alami ini
keberadaan agroekosistem masih seimbang dan dengan adanya pengendalian OPT yang
bersifat ramah lingkungan sejak di persemaian hingga panen dapat mencapai hasil
yang melimpah serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi
ketergantungan dengan pupuk kimia.






