- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
- Puskeswan Purwodadi kembali buka!
- Pelayanan Kesehatan Hewan UPT Puskeswan Mranti di Akhir Maret
- *Dukung Program GAP Tembakau, Kelompok Tani Makmur Tani Laksanakan Persemaian di Desa Kambangan*
- KOORDINASI PELAKSANAAN HIBAH TA. 2026
- Rapat Sosialisasi Pelarangan Perdagangan daging Anjing dan kucing di Jawa Tengah
Gerdal Preventif WBC dan Walangsangit Kolaborasi Klinik Pertanian Organik dan PHT Subur Makmur dengan KT Dwi Manunggal Karya

Gerdal Preventif WBC dan Walangsangit Kolaborasi Klinik Pertanian Organik dan PHT Subur Makmur dengan KT Dwi Manunggal Karya
Karanggedang, Rabu 7 Januari 2026, Kelompok tani Dwi Manunggal Karya Desa Karanggedang Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo melakukan Gerdal preventif serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) dan Walangsangit. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan padi di usia 32 sampai 48 hari.
Biman ketua kelompok tani Dwi Manunggal Karya mengatakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) dan Walangsangit pada tanaman padi ramah lingkungan ini memanfaatkan Agensia Pengendali Hayati (APH) Beauvaria Bassiana cair,hasil perbanyakan dari Klinik Pertanian Organik dan PHT Swadaya Subur Makmur Desa Karanggedang.
“saat ini gejala serangan kurang lebih 0,6 Ha dan luas pengendalian ada 1,4 Ha, sedangkan luas hamparan padi yang ada 7 Ha” imbuhnya
Gerdal mendapat pendampingan langsung dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dan Tim PPL Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bruno.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)
Sugiyo, dalam arahannya mengatakan, “Melakukan kegiatan Gerdal WBC sejak dini agar lebih mudah dalam pencegahan serta pengendalian hama tersebut,” Gerdal ramah lingkungan adalah program dari Klinik Pertanian Organik dan PHT Desa Karanggedang. Kelompok tani, diberikan bantuan sarana pengendalian dengan bahan yang ramah lingkungan APH Beauvaria bassiana . Dimana bahan aktifnya merupakan jamur entomopatogen yang ramah lingkungan dan bukan racun.
"Kami memberikan bantuan pestisida bilologi yang ramah lingkungan untuk 7 hektar lahan pertanian di Kelompok Tani Dwi Manunggal Karya ini," katanya.
Sugiyo,menyebut, kegiatan ini melibatkan Kelompok tani dan anggotanya. Dimana petaninya memiliki semangat dan komitmen untuk bertani secara ramah lingkungan.
"Gerakan ini Adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi serta untuk menjaga kelestarian alam agar tetap Lestari.
Sebelum penyemprotan, telah dilakukan pengamatan terhadap tanaman padi. Dimana padi di wilayah tersebut pada masa pembuahan. Hama yang sering muncul adalah walang sangit dan wereng batang coklat.
"Sudah terdapat populasi walang sangit di areal ini, dan populasi wereng batang coklat, kalau tidak segera diantisipasi bisa kecolongan," imbuhnya.
Melalui program ini diharapkan dapat memberikan rangsangan kepada petani agar mengenal dan bisa memproduksi bahan pengendali hama tanaman yang ramah lingkungan sendiri. Dengan begitu nantinya bisa diterapkan atau di aplikasikan di lahan pertanian sendiri.
"Semoga ke depan apa yang menjadi program pemerintah untuk mengorganikan lahan pertanian di Desa Karanggedang bisa terdukung dan terlaksana dengan baik," harapnya.
Sementara itu pengurus Klinik Pertanian organik dan PHT, Wagito mengaku sangat berterimakasih dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui petugas POPT dan PPL. Ia berharap bantuan APH dari Klinik bisa bermanfaat bagi petani khususnya dan Kelompok tani serta dapat mengedukasi petani untuk dapat membuat APH secara mandiri dengan bahan-bahan alami yang ada di desa.
"Semoga bisa menambah semangat dan komitmen para petani di Desa Karanggedang untuk menjalankan pertanian sehat perlakuan organik dan ramah lingkungan," ujarnya.






