- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
GERDAL HAMA WERENG DESA KEDUNGKAMAL UNTUK ANTISIPASI MELUASNYA SERANGAN

GERDAL HAMA WERENG DESA
KEDUNGKAMAL UNTUK ANTISIPASI MELUASNYA SERANGAN
Sekitar 10 petani di Desa
Kedungkamal Kecamatan Grabag melakukan penyemprotan massal hama wereng batang
coklat yang menyerang tanaman padi. Setelah medapat laporan serangan dari
petani, PPL Wibi beserta POPT segera melakukan cek lokasi pada lahan yang terserang.
Tanaman padi yang terserang sekitar beumur 60 HST, Sabtu (06/07/2024)
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) atau yang disingkat WBC merupakan salah satu
hama pada tanaman padi
yang paling berbahaya
dan merugikan petani padi karena dapat mengakibatkan gagal panen.
Selain itu, WBC juga menjadi vektor bagi penularan penyakit kerdil rumput dan kerdil
hampa. Siklus hidup WBC relatif pendek yaitu lebih kurang 35 hari dimana seekor
WBC betina mampu beranak sampai 300 ekor. Kemampuan terbang WBC yang bersayap
selama 30 hari bisa mencapai 200 KM. WBC dapat menyerang tanaman padi pada
semua umur, sehingga pengendaliannya
harus tuntas pada generasi I atau selambat-lambatnya pada generasi II.
Sementara itu, PPL Wibi Desa
Kedungkamal (Eko Sutreso) menyampaikan, saat ini luasan serangan wereng tidak
begitu luas, akan tetapi sebagai bentuk pengendalian dan meluasnya serangan
maka pada hari ini kita melakukan penyemprotan massal.
Kumaidi (49 th) , petani asal
Desa Kedungkamal mengatakan, dengan adanya gerakan penyemprotan massal ini
beliau mengaku bersyukur dan berharap tanaman padi aman hingga waktu panen
tiba.
“Mudah-mudahan dengan adanya
gerakan ini serangan wereng dapat diatasi dan tanaman padi aman hingga waktu
panen . Beliau juga menambahkan ucapan terima kasih kepada Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian yang telah memfasilitasi dan memberikan bantuan insektisida untuk petani.






