- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Gerakan Pertanian Cerdas Iklim di KT Budi Santoso I Desa Pacekelan Purworejo

Gerakan Pertanian Cerdas Iklim di KT. Budi Santoso I desa Pacekelan Purworejo.
Selasa, 14 Juni 2022 pukul 09.00 WIB pagi, diadakan kerja bakti praktek pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan di lahan sawah desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Kerja bakti diikuti oleh anggota kelompok.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Kelompok Tani Budi Santoso I Desa Pacekelan yang pada periode tanam kali ini berpartisipasi dalam Gerakan Pertanian Cerdas Iklim Program SIMURP Tahun 2022. Dengan didampingi Penyuluh Pertanian dari BPP Kecamatan Purworejo, proses pembuatan dilakukan dengan peralatan sederhana berupa cangkul, garu dan ember air. Bahan-bahan yang dibutuhkan berasal dari sekitar petani berupa limbah kotoran sapi atau kambing, merang, dedak, tetes tebu dan Ragi Kompos.
Secara sederhana konsep pembuatan pupuk organik menggunakan tehnik tertutup, dimana bahan dasar organik kotoran hewan dan merang akan mengalami penguraian oleh bakteri dan mikrobia yang berasal dari Ragi Kompos. Proses penguraian tehnik tertutup membutuhkan waktu 21 hari, jauh lebih cepat dibandingkan dengan tehnik terbuka yang memerlukan waktu sekitar 3 bulan untuk terjadinya penguraian sempurna. Kelebihan dari penggunaan Ragi Kompos dibandingkan dengan EM 4 Pertanian adalah selama proses penguraian tidak diperlukan pembalikan bahan, hal ini sangat membantu petani menghemat tenaga dan waktunya. Untuk penggunaan nya di lahan perlu dipastikan bahwa proses penguraiannya sudah sempurna, sehingga kandungan haranya sudah siap untuk diserap akan tanaman, selain itu tidak menimbulkan panas dan mengandung bibit gulma dan penyakit.
Penggiatan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan ini bertujuan untuk menanggulangi limbah peternakan, memperbaiki struktur tanah pertanian, sekaligus menurunkan biaya produksi untuk pembelian pupuk kimia. Dengan kondisi perubahan iklim global saat ini, dibutuhkan tanah yang mampu menyerap dan menyimpan air sehingga mengurangi resiko gagal panen akibat kekeringan ataupun penurunan produksi akibat rendahnya hara tanah. Dan tentunya hasil akhir yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya melalui Gerakan Pertanian Cerdas Iklim.






