- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
- Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak
- PENYERAHAN SIMBOLIS CPP ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026 OLEH BUPATI PURWOREJO
- Siap Kelola Kambing Kaligesing, 29 Kelompok Tani Ikuti Pembekalan Pradroping Hibah 2026
- PERCEPATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER APBN TA. 2026
- Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan
- Sekolah Lapang Tembakau 2026 Resmi Dibuka, Petani Kambangan Siap Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas
Gerakan Pengendalian Tikus Serentak di Tiga Desa Kecamatan Bayan

Gerakan Pengendalian Tikus Serentak di Tiga Desa Kecamatan Bayan
Pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.30 WIB hingga selesai, dilaksanakan kegiatan gerakan pengendalian hama tikus di blok pertanaman padi sawah Desa Botodaleman, Botorejo, dan Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini melibatkan petani dari ketiga desa sebagai upaya bersama menekan serangan hama tikus pada tanaman padi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Babinsa Desa Botorejo Serka Kelik Purwanto dari Koramil 02/Bayan, perangkat desa dari Botodaleman, Botorejo, dan Dukuhrejo, serta Koordinator dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Bayan. Turut hadir Koordinator POPT Kabupaten Purworejo Setyo Widodo dan POPT Wilayah Kerja Purwodadi Ruth Naftaly LS. Kegiatan pengendalian ini dipandu oleh POPT Wilayah Kerja Kecamatan Bayan, Akmilia Ristina Wiradita, SP.
Gerakan ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang dinilai sulit dikendalikan karena perkembangbiakannya cepat dan daya rusaknya tinggi. Dari hasil pengamatan, tikus menyerang tanaman padi pada malam hari dan bersembunyi di siang hari di tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, serta area perkampungan dekat lahan pertanian.
Pengendalian dilakukan secara terpadu menggunakan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yang mencakup sanitasi lingkungan, pemanfaatan predator alami seperti burung hantu dan kucing, penggunaan perangkap (TBS/LTBS), gropyokan, pengemposan dengan belerang, serta penggunaan rodentisida berbahan aktif brodifakum secara bijak. Dalam kegiatan ini, petani secara kolektif melakukan pengumpanan menggunakan rodentisida sebagai langkah pengendalian.
Adapun luas tanaman padi di wilayah tersebut mencapai 150 hektare dengan umur tanaman 15–20 hari setelah tanam (HST). Luas serangan tercatat 8 hektare dengan intensitas 5,57 persen, sementara seluruh area 150 hektare berada dalam status waspada. Penggunaan rodentisida disarankan pada periode bero dan fase awal vegetatif agar hasilnya lebih efektif.
Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang memberikan bantuan berupa 3 paket alat emposan, racun tikus berbahan aktif brodifakum, belerang, serta alat pendukung lainnya sebagai stimulan.
Melalui gerakan ini, diharapkan pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara berkelanjutan, serempak, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga mampu menekan populasi tikus dan meminimalkan kerugian hasil pertanian.






