GERAKAN PENGENDALIAN MASSAL: AMANKAN PADI DARI SERANGAN BLAST

By DINPPKP 05 Feb 2025, 09:20:51 WIB Penyuluhan
GERAKAN PENGENDALIAN MASSAL:  AMANKAN PADI DARI SERANGAN BLAST

GERAKAN PENGENDALIAN MASSAL:  AMANKAN PADI DARI SERANGAN BLAST

 

Pituruh (04/02/2025) – Usaha tani padi tidak terlepas dari berbagai kendala dalam pelaksanaannya, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani yakni adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). OPT yang dapat menyerang tanaman padi dapat berupa hama maupun penyakit yang dapat disebabkan oleh jamur pathogen, bakteri maupun virus. Salah satu yang menjadi OPT penting pada tanaman padi yakni jamur pathogen Pyricularia oryzae penyebab penyakit blast pada tanaman padi. Penyakit ini dapat menyerang pada berbagai fase pertumbuhan padi, mulai dari bibit hingga tanaman dewasa. Serangan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian hasil panen yang signifikan, bahkan mencapai puso. Tanaman padi merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan oleh petani di Desa Megulunglor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Padi juga merupakan komoditas unggulan yang pola tanamnya tidak pernah putus sepanjang tahun karena sebagian besar petani menggunakan pola tanam Padi-Padi-Palawija sehingga rantai ekosistem untuk OPT bisa dikatakan tidak terputus sepanjang tahun.

Pada pertengahan musim tanam I tahun 2025 berdasarkan hasil pengamatan petani terdapat serangan penyakit blast pada tananam padi. Mengantisipasi meluasnya serangan penyakit blast pada tanaman padi maka diadakan Gerakan pengendalian (Gerdal) yang  dilaksanakan di Area Persawahan tanaman padi milik Kelompok Tani ‘Tani Mulya 3’, Desa Megulunglor. Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT)  Kecamatan Pituruh bersama Penyuluh Pertanian dan anggota Kelompok Tani ‘Tani Mulya 3’ melaksanakan gerdal hari selasa 4 Februari 2025 pukul 08.00. Kegiatan dilaksanakan pada lahan sawah milik anggota kelompok tani Tani Mulya 3 seluas 5 Ha.

Gerdal yang dilaksanakan menggunakan pestisida jenis fungisida dengan kandungan bahan aktif Difenokonazol 250 G/L  yang bersifat sistemik, dengan dosis yang digunakan yakni 500 ml untuk 1 Ha. Penggunaan pestisida sistemik dirasa lebih efektif untuk pengendalian penyakit blast dikarenakan pestisida sistemik bekerja dengan cara diserap oleh tanaman melalui akar atau daun, kemudian ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. Hal ini memungkinkan pestisida mencapai bagian tanaman yang sulit dijangkau oleh pestisida kontak, seperti bagian dalam batang atau leher malai yang sering menjadi sasaran penyakit blast. Dengan demikian, pestisida sistemik dapat memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan efektif terhadap penyakit blast. Pengaplikasian fungisida dilaksanakan oleh 5 orang regu pengendali.

Kegiatan Gerakan pengendalian ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pencegahan OPT padi sejak dini. Gerakan pengendalian ini juga dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas terutama bagi lahan yang berdekatan dengan lokasi serangan serta menyelamatkan tanaman padi yang baru terindikasi kena serangan ringan. Para petani diharapkan dapat mengawasi dan menjaga lahannya dengan serius serta segera menghubungi PPL jika mulai ada gejala serangan untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan secara bersama-sama.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung