- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Gerakan Pengendalian di Kampung Kelengkeng Desa Mudalrejo Kecamatan Loano

Gerakan Pengendalian di Kampung Kelengkeng Desa Mudalrejo Kecamatan Loano
Selasa, 21 November 2023 pukul 07.30 WIB dilaksanakan gerakan pengendalian pada tanaman kelengkeng di Desa Mudalrjeo. Gerakan pengendalian ini merupakan kelanjutan dari program bantuan bibit kelengkeng yang diterimakan Gapoktan Simbar Jaya Desa Mudalrejo pada tahun 2022. Gerakan pengendalian dilakukan selama 4 minggu berturut-turut terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh POPT Provinsi Jawa Tengah, POPT Kabupaten Purworejo, Koordinator PPL Kecamatan Loano, PPL Wibi, dan perwakilan dari Gapoktan Simbar Jaya Desa Mudalrejo sebanyak 20 peserta.
Gerakan pengendalian dilakukan menggunakan agen pengendali hayati meliputi PGPR, Trichoderma, dan Beauveria bassiana. Agen pengendali hayati diperoleh dari Lab Temanggung yang memang diberikan untuk Gapoktan Simbar Jaya Desa Mudalrejo untuk pelaksanaan gerakan pengendalian tanaman kelengkeng. Kegiatan diawali dengan gerakan pengendalian bersama-sama menggunakan ketiga bahan agen pengendali hayati dengan cara dikocor pada tanah dan disemprotkan pada tanaman. Pengapilkasian agen pengendali hayati sebaiknya dilakukan sebelum pukul 09.00 atau pada sore hari setelah pukul 15.00. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan bakteri yang bermanfaat untuk menyuburkan dan merangsang pertumbuhan tanaman. PGPR diaplikasikan dengan cara dikocor dan sebaiknya diaplikasikan pada tanah sebelum tanaman ditanam. Pemberian PGPR dan Trichoderma bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh tanaman, sedangkan Beauveria bassiana bermanfaat untuk menginfeksi beragam ordo serangga yang menjadi hama tanaman tanpa menyebabkan penyakit tanaman atau merusak produk hasil pertanian.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama petani terkait dengan agen pengendali hayati. Harapannya dapat menambah ilmu pengetahuan petani terkait hal tersebut. Diharapkan petani juga dapat mempraktekkan pembuatan agen pengendali hayati di kelompok taninya masing-masing dan juga mengaplikasikan agen pengendali hayati tersebut untuk mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Agen pengendali hayati yang masih tersisa di Gapoktan Simbar Jaya Desa Mudalrejo disarankan untuk diaplikasikan pada tanaman kelengkeng masing-masing secara pribadi atau swadaya kelompok tani.






