GAPOKTAN WIJISRIONO DESA TAMANSARI, BUTUH KENDALIKAN HAMA BURUNG PIPIT PADA TANAMAN PADI

By DINPPKP 13 Jan 2023, 13:36:42 WIB Penyuluhan
GAPOKTAN WIJISRIONO DESA TAMANSARI, BUTUH KENDALIKAN HAMA BURUNG PIPIT PADA TANAMAN PADI

PENGENDALIAN HAMA BURUNG PIPIT PADA TANAMAN PADI DI GAPOKTAN WIJISRIONO DESA TAMANSARI KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO

 

Senin tanggal 03 Januari 2023, melakukan monitoring perkembangan hasil pengendalian  serangan burung pipit pada tanaman padi pada fase generative di lahan sawah Gapoktan Wijisriono Desa Tamansari yang diikuti oleh PPL Kecamatan Butuh, Perangkat Desa, dan petani.  Burung pipit atau yang lebih dikenal dengan bondol Jawa atau emprit Jawa (Inggris: Javan munia), merupakan salah satu jenis burung dari keluarga Estridildae. Beberapa kalangan masyarakat (sebagian petani) menganggap jenis burung ini sebagai hama tanaman padi yang merugikan karena memakan bulir padi sehingga merusak tanaman padi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh burung pipit melebihi kerugian yang disebabkan oleh hama tikus.

Burung pipit atau bondol jawa atau emprit jawa atau yang dikenal dengan nama ilmiah Lonchura leucogastroides, memiliki klasifikasi taksonomi sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Passeriformes

Famili : Estrildidae

Genus : Lonchura

Species : Lonchura leucogastroides

Burung pipit merupakan burung berukuran kecil, dengan panjang tubuh dari ujung paruh sampai ekor hanya sekitar 11 cm. Berat burung dewasa sekitar 10-15 gram.Burung dewasa berwarna dominan coklat tua di punggung, sayap dan sisi atas tubuhnya, tanpa coret-coretan. Muka, leher dan dada atas berwarna hitam, sedangkan dada bawah, perut dan sisi tubuh berwarna putih bersih sehingga tampak kontras dengan bagian atasnya. Sisi bawah ekor berwarna kecoklatan.

Pada burung muda, dada dan perut berwarna coklat kekuningan seperti kotor. Iris mata berwarna coklat. Paruh bagian atas kehitaman. Paruh bagian bawah abu-abu kebiruan. Kaki berwarna keabu-abuan. Penampakan burung jantan dan betina tidak berbeda. Burung pipit adalah jenis hama dari kelas unggas (aves) pemakan biji-bijian yang menyerang malai pada tanaman padi untuk memakan biji atau bulir padi. Hal ini menyebabkan petani mengalami kehilangan 30—50 persen hasil produksi. Burung akan menyerang tanaman yang sudah berumur 70—80 hari, saat bulir-bulir padi terisi. Oleh karena itu, burung pipit termasuk salah satu hama yang cukup mengkhawatirkan. Untuk mengantisipasi meluasnya hama burung pipit ini petani diharapkan perlu melakukan pengendalian dengan cara berikut ini :

  1. Tanam serentak

Biasanya padi yang ditanam tidak sesuai dengan jadwal penanaman padi lebih rentan diserang hama burung. Hal ini dikarenakan saat bukan musim panen, burung-burung lebih sulit mendapatkan makanan, sehingga padi yang ditanam di luar musim menjadi salah satu sumber makanan yang paling besar bagi mereka.. Sehingga sebaiknya petani menanam padi dengan serentak dan menyesuaikan masa panenya pada bulan tersebut.

 

  1. Benda-benda mengkilap seperti plastic perak dan bekas piingan cakram/kaset.

Petani menancapkan kayu setiap 5 meter atau disesuaikan dengan kondisi lokasi. Pada kayu tersebut akan diikatkan plastik mengilap yang akan memantulkan sinar matahari yang datang. Namun saat pagi hari, sore hari, dan cuaca mendung plastic tidak bisa memantulkan cahaya matahari.

 

  1. Jaring perangkap

Pengendalian hama burung dapat dilakukan dengan menggunakan jaring khusus untuk menangkap burung, petani biasanya menggunakan jaring bekas menangkap ikan. Jaring tersebut ditancapkan pada beberapa kayu atau bambu di pematang sawah. Namun, cara ini membutuhkan biaya yang besar karena petani membutuhkan banyak jaring untuk melindungi lahan sawah yang cukup besar.

 

  1. Menggunakan air kencing domba/kambing/kelinci dicampur dengan tembakau

Air kencing hewan digunakan untuk merebus tembakau. Kemudian diaplikasikan ke tanaman saat padi beraa di posisi “mingkup” atau bulir padi mulai berisi. Aplikasi dengan mencampur air kencing rebusan tembakau dan air dengan perbandingan  1:5 dan lakukan pengulangan satu minggu sekali.

 

  1. Menanam tanaman berwarna mencolok

Menanam tanaman mengkilap seperti bunga matahari atau bunga tahi ayam

burung pipit tidak menyukai warna-warna yang mencolok, seperti warna kuning. Oleh karena itu, petani bisa menghalau serangan hama ini dengan menanam bunga matahari atau bunga tahi ayam. Bunga tersebut dapat ditanam di pematang sawah sebagai pembatas (border). Dengan begitu, burung akan enggan mendekat ke tanaman padi.

 

  1. Menggunakan jengkol

Aroma jengkol yang tidak disukai oleh burung pipit dimanfaatkan oleh petani untuk mengusir hama tersebut. Cara penggunaannya cukup mudah, petani akan merendam jengkol selama beberapa hari hingga air rendamannya mengeluarkan aroma jengkol yang menyengat. Setelah itu, air rendaman jengkol tersebut akan dimasukkan ke botol, kemudian botol tersebut diletakkan di beberapa sudut sawah atau disemprot ke tanaman padi.

(Satiti Haning Pangestu, BPP Butuh)

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung