GANDENG UMP PURWOREJO, KUB AGRO GADING MAKMUR DESA PASARANOM, GRABAG ADAKAN PELATIHAN PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHATANI BAGI PETANI MILENIAL

By DINPPKP 21 Sep 2022, 15:27:21 WIB Penyuluhan
GANDENG UMP PURWOREJO, KUB AGRO GADING MAKMUR DESA PASARANOM, GRABAG  ADAKAN PELATIHAN PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHATANI BAGI PETANI MILENIAL

GANDENG UMP PURWOREJO, KUB AGRO GADING MAKMUR DESA PASARANOM, GRABAG

ADAKAN PELATIHAN PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHATANI BAGI PETANI MILENIAL

 

GRABAGKelembagaan merupakan aturan didalam suatu kelompok masyarakat atau organisasi yang memfasilitasi koordinasi antar anggotanya untuk membantu mereka dengan harapan dimana setiap orang dapat bekerjasama atau berhubungan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan menyediakan stabilitas serta keteraturan dalam masyarakat. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut sekaligus merupakan rangkaian kegiatan yang ketiga kalinya, KUB Agro Gading Makmur Desa Pasaranom, Grabag dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Purworejo adakan Pelatihan Pengelolaan Manajemen Usahatani Bagi Petani Milenial, guna mendukung inovasi teknologi dan kemandirian KUB Agro Gading Makmur Desa Pasaranom pada hari ini Selasa (20/09/22).

Turut hadir dalam acara tersebut, dosen dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, petani milenial Desa Pasaranom, POPT dan Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Grabag.

 

Diawali dengan sambutan Kepala Desa Pasaranom, Bapak Wasono. Beliau mengatakan sangat senang KUB Agro Gading Makmur di Desa Pasaranom mendapatkan pelatihan pengelolaan usahatani karena memang KUB ini masih tergolong sangat baru sehingga membutuhkan bekal yang kuat dalam pengelolaan usahataninya.

 “Dengan pelatihan ini, saya berharap kelembagaan yang masih baru ini mampu meningkatkan efisiensi produksi sampai pada tahapan pasca panen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen atau diolah lebih lanjut oleh industri”, tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Umiyatun Wijayanti, S.TP, selaku Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Grabag mengucapkan terima kasih kepada pihak UMP yang telah berbagi ilmu dengan memberikan pelatihan bagi petani milenial Desa Pasaranom sekaligus memberikan motivasi agar KUB ini mampu berinovasi dalam usaha taninya.

“Saya berharap agar petani milenial yang ada di Desa Pasaranom dapat memanfaatkan KUB, sebagai wadah untuk bertukar pengalaman dengan petani lain dan pengalaman- pengalaman itu akan menjadi ilmu untuk menyelesaikan permasalahan ketika ada di lapangan,” imbuh beliau mengakhiri sambutannya.

 

Pada pertemuan tersebut sebagai narasumber Ibu Fitri Rahmawati, S.E, M.M., salah satu dosen dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, SP, M.Sc memberikan pemahaman tentang konsep pengelolaan manajemen usahatani.

Beliau menyampaikan bahwa, pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen, akan memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai, tanpa diikuti oleh aktualisasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut, agar secara terus menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Setelah kita mempelajari perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen, tentunya kita harus mempelajari fungsi manajemen lainnya. Salah satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi, baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan,” ujarnya.

 

Beliau juga menambahkan, solusi bagi petani milenial yang tidak memiliki lahan untuk menjalankan agrobisnis bisa memanfaatkan sistem hidroponik. Dengan hidroponik tersebut memungkinkan  untuk menanam tanpa memerlukan lahan yang luas. Agrobisnis tak harus dimulai dengan skala yang cukup besar. Sering kali pelaku usaha agrobisnis tersebut hanya terpaku dari sisi kuantitas. Padahal jika melihat sisi lain dengan menjalankan sistem hidroponik pun usaha agrobisnis sudah dapat dijalankan.

 “Dengan menargetkan pangsa pasar menengah atas, Anda pun bisa menghasilkan pemasukan yang lebih besar dan tentunya perkembangan usaha juga jauh lebih pesat. Keuntungan yang lebih besar tersebut bisa Anda dapatkan lantaran harga yang Anda patok bisa jauh lebih tinggi. Namun ingat, harga yang tinggi tersebut pun harus diikuti dengan kualitas yang baik,” tambahnya lagi.

 

Dengan niat yang sungguh-sungguh tak menutup kemungkinan usaha agrobisnis rumahan yang dijalankan pun bisa menjadi sumber penghasilan yang justru dapat menghidupi kebutuhan sehari- hari dan menjadi investasi di masa depan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung