- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
GANDENG POPT DAN PPL, PEMDES WONOENGGAL GELAR PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU

GANDENG POPT DAN PENYULUH PERTANIAN, PEMDES WONOENGGAL GRABAG, GELAR PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU
Grabag News – Petani Desa Wonoenggal, Grabag mendapat pelatihan pengendalian hama terpadu yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemerintahan Desa Wonoenggal pada hari ini Rabu (8/6) di Balai Kemasyarakatan Desa Wonoenggal.
Kepala Desa Wonoenggal Kecamatan Grabag, Tuti Yuliati mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menjaga ketahanan pangan Desa Wonoeggal dimasa pandemi covid 19 dan merupakan kegiatan yang kedua kalinya
“Alhamdulillah, acara ini bisa terselenggara untuk yang kedua kalinya setelah kegiatan yang pertama di tahun 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara pengendalian hama yang benar dan efektif, dan ketika dipraktekkkan di lapang, petani harus benar- benar menerapkan hal ini” ungkap Tuti Yuliati mengawali sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh 25 petani dan menggandeng Penyuluh Wibi Desa Wonoenggal dan POPT Kecamatan Grabag sebagai narasumber. Hadir pula Babinsa dari Polsek Grabag dan Koramil Grabag.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh penyuluh wibi setempat dan POPT. Menurut Penyuluh Wibi, Umul Khasunah, SP., MAP, bahwa tanaman padi memerlukan perawatan yang intensif agar tanaman lebih sehat. Jika tanaman sehat maka potensi adanya serangan hama akan lebih terkendali.
“Produktifitas yang bagus diawali dengan benih yang bagus pula. Pemilihan benih merupakan faktor yang amat penting dalam rangkaian budidaya tanaman, karena benih merupakan awal kehidupan sehingga untuk mendapatkan produksi yang tinggi perlu dipilih benih yang baik dan bermutu,” tambahnya lagi.
Dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pengendalian hama oleh POPT Kecamatan Grabag, Wakhidatun Jamaliyah, SP. Beliau menghimbau dalam penggunaan pestisida, harus memperhatikan beberapa hal, yang pertama legal; penggunaan pestisida harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mendapatkn ijin dari pemerintah. Kedua, benar yaitu penggunaan pestisida harus sesuai dengan rekomendasi dan ketiga, bijaksana, artinya penggunaan pestisida harus memberikan dampak minimal bagi pengguna, konsumen dan lingkungan.
“Untuk aplikasi pestisida juga harus memperhatikn 5T yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara. Dan bagi yang melakukan penyemprotan harus memakai APD lengkap karena pestisida adalah racun kimia yang bisa meresap melalui kulit dan rambut manusia,” ungkapnya lagi sekaligus menutup acara pelatihan tersebut.






