- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
GANDENG POPT DAN PPL, PEMDES WONOENGGAL GELAR PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU

GANDENG POPT DAN PENYULUH PERTANIAN, PEMDES WONOENGGAL GRABAG, GELAR PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU
Grabag News – Petani Desa Wonoenggal, Grabag mendapat pelatihan pengendalian hama terpadu yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemerintahan Desa Wonoenggal pada hari ini Rabu (8/6) di Balai Kemasyarakatan Desa Wonoenggal.
Kepala Desa Wonoenggal Kecamatan Grabag, Tuti Yuliati mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menjaga ketahanan pangan Desa Wonoeggal dimasa pandemi covid 19 dan merupakan kegiatan yang kedua kalinya
“Alhamdulillah, acara ini bisa terselenggara untuk yang kedua kalinya setelah kegiatan yang pertama di tahun 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara pengendalian hama yang benar dan efektif, dan ketika dipraktekkkan di lapang, petani harus benar- benar menerapkan hal ini” ungkap Tuti Yuliati mengawali sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh 25 petani dan menggandeng Penyuluh Wibi Desa Wonoenggal dan POPT Kecamatan Grabag sebagai narasumber. Hadir pula Babinsa dari Polsek Grabag dan Koramil Grabag.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh penyuluh wibi setempat dan POPT. Menurut Penyuluh Wibi, Umul Khasunah, SP., MAP, bahwa tanaman padi memerlukan perawatan yang intensif agar tanaman lebih sehat. Jika tanaman sehat maka potensi adanya serangan hama akan lebih terkendali.
“Produktifitas yang bagus diawali dengan benih yang bagus pula. Pemilihan benih merupakan faktor yang amat penting dalam rangkaian budidaya tanaman, karena benih merupakan awal kehidupan sehingga untuk mendapatkan produksi yang tinggi perlu dipilih benih yang baik dan bermutu,” tambahnya lagi.
Dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pengendalian hama oleh POPT Kecamatan Grabag, Wakhidatun Jamaliyah, SP. Beliau menghimbau dalam penggunaan pestisida, harus memperhatikan beberapa hal, yang pertama legal; penggunaan pestisida harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mendapatkn ijin dari pemerintah. Kedua, benar yaitu penggunaan pestisida harus sesuai dengan rekomendasi dan ketiga, bijaksana, artinya penggunaan pestisida harus memberikan dampak minimal bagi pengguna, konsumen dan lingkungan.
“Untuk aplikasi pestisida juga harus memperhatikn 5T yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara. Dan bagi yang melakukan penyemprotan harus memakai APD lengkap karena pestisida adalah racun kimia yang bisa meresap melalui kulit dan rambut manusia,” ungkapnya lagi sekaligus menutup acara pelatihan tersebut.






