- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
FFD TEKNOLOGI PENERAPAN CSA SIMURP DI KELOMPOK TANI NOTO BOGO, MENDIRO, GOMBOL, PURWOREJO
FFD TEKNOLOGI PENERAPAN CSA SIMURP DI KELOMPOK TANI NOTO BOGO DESA MENDIRO KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan terjadinya El Nino pada yang melanda Indonesia Tahun 2023 yaitu fenomena terkait meningkatnya suhu muka air laut yang terjadi di Samudra Pasifik yang berdampak pada cuaca di Indonesia. Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dilakukan dengan pendekatan budidaya Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture/CSA. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan Intensitas Pertanaman serta berujung pada peningkatan pendapatan Petani. Meningkatkan pendapatan Petani ini perlu didukung dengan kegiatan pengembangan produk dan jejaring pasar (market linkage) yang mampu meningkatkan penjualan hasil produksi pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian cerdas iklim atau CSA proyek SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan juga pendapatan petani. Khususnya pada lahan sawah beririgasi. “SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman,” ujar Mentan SYL.
Kecamatan Ngombol merupakan salah satu BPP yang melaksanakan demplot Teknologi CSA SIMURP pada musim tanam kedua tahun 2023 ini. Terdapat 24 kelompok tani di wilayah Kecamatan Ngombol yang melaksanakan demplot teknologi penerapan CSA SIMURP. Sedangkan teknologi yang diterapkan antara lain penggunaan bibit dari Varietas Unggul Baru (VUB) yang rendah emisi, penggunaan bahan organik, sistem Jarwo 2 : 1, pengairan berselang menggunakan pipa AWD, pemupukan berimbang, penggunaan kalender tanam serta pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan secara terpadu.
Kelompok Tani Noto Bogo Desa Mendiro merupakan salah satu lokasi kegiatan demplot pertanian cerdas iklim di Kecamatan Ngombol. Pada pertengahan Juni 2023 diadakan FFD (Farm Field Day) Teknologi CSA SIMURP yang dihadiri oleh PJ SIMURP Kabupaten Purworejo, Forkompimca Kecamatan Ngombol, UPT Pemeliharaan dan Jaringan Irigasi, PPL dan POPT, Kelompok tani penerima kegiatan demplot, Perangkat Desa Mendiro, TPM SIMURP, dan perwakilan kelompok tani Desa Mendiro sejumlah 100 orang. Sebelum dilaksanakan FFD dilakukan ubinan dengan mengambil 2 sampel, untuk jajar legowo tipe 2:1 diperoleh produktivitas 8,64 ton/ha, sedangkan dengan sistem tegel dengan jarak tanam 30 cm diperoleh produktivitas 7,04 ton/ha.
Ketua Kelompok Tani Noto Bogo, Febri menyampaikan sangat puas dengan hasil produksi dari demplot teknologi peneraan CSA SIMURP, utamanya tanam sistem jajar legowo. Menurutnya, beberapa keuntungan sitem ini yaitu jumlah anakan/rumpun tanaman bertambah banyak sekitar 30%, seluruh barisan padi berada di pinggir, maka penyinaran matahari optimal, sirkulasi udara akan lebih lancar dan optimal, sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang menghendaki kelembaban tinggi seperti kresek, mudah dalam pemeliharaan khususnya pemupukan, penyiangan, dan perawatan serta dapat meningkatkan produktivitas hasil panen hingga 7 – 15%. Dengan adanya kegiatan demplot, besar harapannya petani yang ada di sekitarnya mengetahui keunggulan tanam jajar legowo dan mempraktekkan di lahan pertanian mereka masing-masing.
Woro selaku PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa teknologi pertanian cerdas iklim di Kecamtan Ngombol memberikan banyak sekali manfaat terhadap peningkatan produktivitas, meminimalkan efek buruk terhadap lingkungan tanpa konversi tambahan lahan pertanian, pemanfaatan lahan dan sumber daya optimal, pendapatan keluarga meningkat, ketanguhan terhadap perubahan iklim meningkat dan ekonomi wilayah berkembang.
Pengirim :
BAKTI WORO HARYANTI, SP
PPL KEC NGOMBOL






