FFD Panen Raya Padi Organik di BPP Gebang

By DINPPKP 19 Okt 2022, 08:49:46 WIB Penyuluhan
FFD Panen Raya Padi Organik di BPP Gebang

Farmer field Day (Hari Temu Lapang)

Panen Raya Padi Organik di BPP Gebang

 

BPP Gebang melaksanakan Farmer Field Day atau Hari Temu Lapangan Petani, dengan mengundang 50 orang peserta dari unsur petani padi dari kelompok tani pelaksana kegiatan SL CSA Simurp di Kecamatan Gebang. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Bapak H Tibi sekretariat kelompok tani  Makmur Kelurahan Kecamatan Gebang pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2022 mulai pukul 08.30 WIB. Pada acara tersebut petani diajak menyaksikan ubinan padi denplot CSA kelompok tani Makmur Kelurahan Lugosobo yang mengusung tema pertanian organik. Setelah ubinan petani diajak untuk berdiskusi di Sekretariat Kelompok Tani.

Tanaman padi jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 30cm dan legowo 50cm dengan varietas mekongga. Padi ditanam pada tanggal 8 Juli 2022 pada 22 hari setelah sebar.  Pemupukan dengan pupuk kandang   2 ton/ha dan pupuk hayati nitrobakter 300 liter/ha dan tidak mengunakan pupuk kimia sintetik. Pengendalian hama dan penyakit menggunakan Pestisida nabati dan tidak menggunakan insektisida maupun fungisida kimia sintetik. Pengairan basah kering dan tidak selamanya tergenang. Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan secara manual tanpa ada aplikasi herbisida. Kondisi tanaman pada awalnya terkena kerdil yang menyerang sebagian tanaman di wilayah kelurahan Lugosobo, baik pada lahan denplot maupun lahan diluar denplot. Tanaman denplot pada umumnya dapat pulih namun hasilnya tetap kurang optimal.

Kegiatan FFD ini bertujuan untuk menunjukkan kepada petani bahwa dengan perlakuan organik penuh tanaman padi tetap bisa tumbuh normal dan memberikan hasil yang tidak kalah dengan penggunaan pupuk kimia sintetik.  Penggunaan pupuk pelengkap cair serta pestisida nabati yang dibuat sendiri ternyata juga dapat memberikan perlindungan yang tidak kalah dengan produk-produk kimia pabrikan yang harganya lebih mahal. Dengan pertanian organik ini kita memberikan input yang terbaik terhadap tanah, tanaman dan lingkungan sehingga diharapkan membentuk ekosistem yang seimbang dan kondusif untuk pertumbuhan tanaman padi.

Hasil rata-rata ubinan pada lahan denplot sebesar 4,7kg atau setara dengan 7,52 ton/ha lebih tinggi daripada diluar denplot sebesar 3,76kg atau setara dengan 6,02 ton/ha. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan pertanian organik tetap bisa memberikan hasil yang tinggi bahkan pada perlakuan organik yang pertama kali sekalipun. Dengan menerapkan pertanian organik ini petani bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih murah serta kualitas produk pertanian yang lebih baik. Petani juga dapat membuat pupuk sendiri, pupuk pelengkap serta pestisida nabati untuk mencukupi usaha taninya, sehingga tidak harus bergantung pada pupuk bersubsidi yang seringkali jumlahnya tidak mencukupi. Dalam sesi diskusi berlangsung meriah dan petanipun tertarik untuk mengembangkan pertanian organik.

Acara FFD ini terselenggara dalam serangkaian kegiatan CSA Simurp di kecamatan Gebang. Beberapa kegiatan lain seperti Sekolah Lapang, Sosialisasi CSA, Temu Usaha Pendampingan KEP serta KWT yang semuanya saling terintegrasi sehingga saling mendukung satu sama lainnya.  Keberhasilan denplot yang diekspos melalui FFD selanjutnya kan menjadi materi sosialisasi CSA di poktan-poktan lain sehingga informasi ini akan meluas dan menjadi acuan pembelajaran selanjutnya.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung