- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Feline Urologic Syndrome
.jpg)
Feline
Urologic Syndrome
Feline Urologic Syndrome (FUS)
atau yang sering dikenal dengan nama Feline Lower Urinary Tract Disease
(FLUTD) adalah gangguan pada Sistem perkencingan yang memengaruhi kondisi
kandung kemih dan uretra (saluran yang mengalirkan urine ke kandung kemih). FLUTD
ini lebih sering terjadi pada kucing Jantan, karena uretra kucing Jantan lebih
panjang dan sempit dibanding dengan kucing betina.
Beberapa faktor resiko
terjadinya FLUTD ini antara lain:
1. Jenis
Kelamin
Seperti
yang sudah di jelaskan diatas, saluran perkencingan kucing Jantan yang lebih
Panjang dan sempit menjadi salah satu faktor kejadian FLUTD ini banyak dialami
oleh kucing Jantan.
2. Umur
Kucing
yang sudah mengalami dewasa kelamin dan ketika birahi kucing tidak melakukan
perkawinan secara berulang, maka akan menyebabkan sumbatan pada saluran
perkemihan.
3. Pakan
Pakan
menjadi faktor resiko terjadinya FLUTD karena pakan komersial saat ini banyak
mengandung mineral yang cukup tinggi sehingga terjadi penumpukan mineral pada
tubuh dan akan menyebabkan obstruksi pada sistem perkencingan dan menyebabkan
kandung kemih menjadi tersumbat sehingga urin yang keluar mengandung volume
sedikit serta kadang kemerahan.
Adapun ciri-ciri dari FLUTD
yang biasanya tampak adalah kucing sering ke litter box namun tidak pip ataupun
pup, pip kucing sedikit tapi sering dan terkadang disertai darah (warna urin
kemerahan), beberapa hari kucing tidak pip dan/atau pup. Kucing tidak mau makan
atau makan sedikit, lemas, perut membesar juga merupakan ciri-ciri dari FLUTD.
Hampir setiap pekan ada pasien
yang datang ke UPT Puskeswan Purworejo dengan keluhan yang sama, kucing tidak
pip atau pip sedikit selama beberapa hari, kucing tidak mau makan dan perut
membesar. Ketika dilakukan usg, ternyata kantung kemih membesar penuh dengan
cairan dan pada beberapa kasus terlihat adanya pantulan hiperekoik di dalam
kantung kemih.
Karena faktor pakan dan
kurangnya cairan merupakan faktor yang penting terhadap kejadian FLUTD, maka
sebaiknya pemilik kucing dapat lebih bijak dalam memilih pakan yang akan di
berikan pada kucing dan di perhatikan juga banyak sedikitnya cairan yang masuk
(intake minum).






