- *Dukung Program GAP Tembakau, Kelompok Tani Makmur Tani Laksanakan Persemaian di Desa Kambangan*
- KOORDINASI PELAKSANAAN HIBAH TA. 2026
- Rapat Sosialisasi Pelarangan Perdagangan daging Anjing dan kucing di Jawa Tengah
- Bumbung Konservasi Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Penggerek Batang Padi
- Rakor Internal unsur Pimpinan DKPP
- KONSULTASI DILAKUKAN AGAR TERCAPAI KEGIATAN YANG OPTIMAL
- RUMAH PANGAN KITA SEBAGAI SOLUSI UPAYA STRATEGIS MENJAGA STABILITAS HARGA PANGAN DI TINGKAT KONSUMEN
- Persiapan penyaluran Banpang (beras dan minyak goreng) Alokasi feb-maret 2026
- Halal bi Halal: Tradisi Bersilaturahmi dan Mempererat Persaudaraan
- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
FELINE PANLEUKOPENIA VIRUS PADA KUCING
FELINE PANLEUKOPENIA VIRUS PADA KUCING
Feline panleukopenia virus atau biasa disebut dengan FPV, panle, dan distemper kucing merupakan penyakit menular atau infeksius yang disebabkan oleh virus (genus Protoparvovirus) yang menyerang pada kucing terutama pada kucing yang belum divaksin. Virus ini sangat berbahaya dapat menyerang pada kucing dewasa namun lebih rentan pada kucing muda. Tingkat morbiditas (penyebarannya) dan mortalitasnya (kematiannya)tinggi.
Virus yang telah masuk ke dalam tubuh akan merusak dinding pencernaan termasuk usus dan juga akan mengakibatkan penurunan sel darah putih dalam darah dan sangat memungkian kucing yang terinfeksi rentan terhadap infeksi sekunder (bakteri).
Cara Penularan
• Udara
• Intraplacental
• Kontak langsung dengan hewan sakit atau dari sekresi (muntah dan feses) yang keluar dari hewan sakit.
Gejala Klinis
• Demam
• Lesu
• Tidak mau makan
• Muntah (putih / kuning)
• Diare (lembek/cair/berdarah)
• Pucat
• Bisa diikuti dengan dehidrasi
• Kematian mendadak
Kasus panleukopenia virus ini paling banyak terjadi pada perubahan musim entah dari musim kering ke penghujan atau sebaliknya. Seperti pada bulan November sampai Desember ini ditemukan banyak kasus dengan gejala mengarah pada infeksi virus ini.
Pada Poskeswan KTA sendiri selama November – awal Desember, sudah menangani sekitar 15 ekor pasien yang gejala dan hasil pemeriksaan mengarah pada infeksi Panleukopenia virus. Untuk pembuktian apakah kucing tersebut terinfeksi virus panleukopenia virus dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pengecekan darah dan dengan rapid test.
Beberapa kucing yang dapat melewati masa kritis atau bertahan dikarenakan sudah divaksin sehingga memiliki kekebalan akan virus tersebut, atau kucing yang cepat tertangani, respon terhadap pengobatan baik, dan memang memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang bagus.
Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati infeksi virus, namun terapi yang dilakukan pada kucing yang menunjukan gejala terinfeksi virus dapat diberikan dengan tujuan mencegah adanya infeksi sekunder seningga daya tahan tubuh (imun) dapat naik untuk memerangi virus yang ada di dalam tubuhnya.
Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan Jika kucing Menunjukan Gejala
Membawa kucing ke dokter hewan terdekat, biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan dan jika kucing dehidrasi akan diberikan cairan infus.
Tindakan Pencegahan paling utama adalah Pemberian Vaksinasi rutin.






