- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Feline Intraperitoneal Virus atau FIP
FIP
Feline
Intraperitoneal Virus atau FIP merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan
pada selaput perut pada kucing. FIP dapat menular melalui kontak dengan feses
yang terinfeksi. Pertukaran agen virus ini dapat terjadi ketika kucing-kucing
saling menjilat, atau ketika mereka menggunakan penampung kotoran, mangkuk
makanan, atau peralatan perawatan yang sama.
FIP
bermula dari enteric corona virus yang menyerang saluran pencernaan kemudian
bermutasi. Berbeda dengan virus corona pada manusia, virus corona pada kucing
tidak dapat menular ke manusia. Peneliti masih belum mengetahui secara pasti
mengapa virus corona dapat bermutasi dan mengakibatkan FIP.
Terdapat
dua tipe FIP yaitu:
*
FIP basah
*
FIP kering
FIP
basah memiliki gejala akumulasi cairan pada rongga perut mereka. Hal ini
terjadi karena adanya cairan yang menumpuk di perut kucing. Kucing akan
terlihat gemuk dan tidak nyaman. Tipe basah menyebabkan
sekitar
70-80% dari keseluruhan kasus penyakit ini dan lebih ganas dari tipe kering.
Tipe basah dicirikan oleh adanya akumulasi cairan di dalam rongga abdomen.
Kucing yang rongga dadanya terakumulasi cairan menyebabkan sulit bernafas.
FIP
kering memiliki gejala yang tidak terlihat terjadi ketika jaringan paru-paru,
hati, ginjal, atau organ lain terpengaruh. Pada kucing dengan FIP kering,
jaringan organ yang terpengaruh biasanya menjadi kaku dan teraba keras ketika
disentuh. Kucing dengan FIP kering mungkin juga mengalami penurunan berat
badan, kurang nafsu makan, dan kelemahan umum. Secara klinis FIP kering tidak
menunjukan gejala yang signifikan seperti FIP basah sehingga sering sekalia FIP
kering terlambat didiagosa.
Kedua
tipe FIP ini apabila tidak dilakukan penanganan maka akan melanjut FIP yang
menyerang syaraf dan FIP yang menyerang mata.
Pada
tanggal 19 Desember datang pasien ke UPT Puskeswan Mranti dengan keluhan perut
membesar dan pup berbentuk pasta. Setelah dilakukan pemeriksaan melalui
perabaan dan USG terjadi akumulasi cairan pada rongga perut kucing tersebut.
Gejala ini sangat menciri dengan gejala FIP tipe basah.
Obat yang diberikan berupa pemberian vitamin antiradang dan diuretik. Diuretik diberikan untuk mengeluarkan akumulasi cairan agar akumulasi cairan tersebut tidak mendesak organ lain terutama saluran pernafasan.
Gambaran USG
organ dalam :
|
|||







