- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
FARMER FIELD DAY SCALLING UP SEBOROPASAR KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO

FARMER FIELD DAY SCALLING UP SEBOROPASAR KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO
FFD merupakan pertemuan antara para petani dengan penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi pertanian dan umpan balik dari petani. Pada awal Juli 2023, bertempat di Balai Desa Seboropasar dilaksanakan Farmer Field Day (FFD) atau Hari Lapang Petani Program Scalling Up SIMURP di Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Seboropasar Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, UPT PJI Wilayah Purworejo, Camat Ngombol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL dan POPT Kecamatan Ngombol, Pemerintah Desa Seboropasar, anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, Maju Makmur dan Sri Rejeki sejumlah 100 orang.
Guna mengetahui tingkat produktivitas tanaman padi Program Scalling Up, Kementerian Pertanian mendorong petani melakukan panen ubinan, sehingga mewakili hasil hamparan sawah, dari jarak tanam dengan pola jajar legowo maupun sistem tegel. Kegiatan ubinan sudah dilaksanakan akhir Juni 2023, dengan mengambil 2 titik sampel lahan sawah yang menerapkan teknologi CSA dan non CSA. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas lahan yang menerapkan teknologi CSA 7,2 ton/ha sedangkan non CSA 5,9 ton/ha. Berdasarkan hasil tersebut, sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu teknologi dalam meningkatkan produktivitas padi yang dihasilkan. Cara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong, sehingga disimpulkan bahwa Program Scalling Up di Desa Seboropasar ini berhasil.
Hal senada disampaikan Turoso selaku penanggung jawab kegiatan SIMURP Kabupaten Purworejo bahwasanya pemerintah terus mendorong petani untuk menerapkan teknologi CSA karena terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkuat hal tersebut. Program SIMURP merupakan program utama Kementan yang harus didukung karena dengan kegiatan CSA selain meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, CSA juga mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
CSA atau pertanian cerdas iklim memang diharapkan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, menaikkan Indeks Pertanaman (IP) serta dapat meningkatan pendapatan petani pada lahan sawah irigasi menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Saya mendorong adanya berbagai inovasi dan teknologi seperti CSA untuk menghadapi perubahan iklim”, ujar Mentan Syahrul.
Syahrul menambahkan jika Program SIMURP dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien serta tanpa bergantung pada kondisi iklim yang berubah.
Sudimin dari UPT PJI Purworejo menyampaikan PUPR mendukung kegiatan SIMURP dengan cara meningkatkan kapasitas layanan sistem irigasi dan akuntabilitas pengelolaan jaringan irigasi pada lokasi terpilih, antara lain melalui kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi infrastruktur, modernisasi kelembagaan pengelola irigasi, serta penerapan Climate Smart Agriculture. Bahwa kegiatan Scalling Up dilaksanakan pada musim tanam II di Desa Seboropasar, terkait pengairan berjalan dengan lancar dan teratur serta cukup untuk pengairan selama budidaya tanaman padi. Dari UPT membagi debit air selama periode musim tanam untuk 7 kecamatan yang meliputi 53 Desa se Kabupaten Purworejo. Untuk musim tanam selanjutnya dapat menanam palawija yang lebih sedikit membutuhkan pengairan. Sebagai informasi tambahan, per 1 September 2023, DI Kedung Putri akan dikeringkan total. Untuk kegiatan rehabilitasi jaringan tersier di tingkat desa dapat dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan mantri pengairan yang terkait.
Karyanto, selaku Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas baik dari kecamatan dan kabupaten yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya tanaman padi menghadapi perubahan iklim. Beliau mengajak petani yang lainnya untuk terus melanjutkan kegiatan budidaya tanamn padi sesuai dengan pelajaran yang diperoleh ketika mengikuti sekolah lapang. ”Terima kasih kepada petugas yang sudah membimbing dan memberikan semangat kepada petani Seboropasar utamanya terkait sistem tanam jajar legowo, sehingga dapat meningkatkan hasil panen petani Seboropasar”.
Woro, PPL Kecamatan Ngombol menambahkan bahwa dari hasil panen yang sudah dilakukan di 24 lokasi demplot SIMURP Kecamatan Ngombol diperoleh peningkatan produktivitas yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil panen tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan hasil panen padi yang non-penerapan CSA di area lokasi demplot, rata-rata hasil panen di lokasi demplot CSA produktivitasnya mengalami peningkatan produktivitas 6 – 12 kuintal GKP dari rata-rata produksi tahun sebelumnya. “Dengan adanya selisih hasil produktivitas yang lebih tinggi antara usaha tani penerapan CSA dengan usaha tani non CSA diharapkan petani lainnya dapat lebih yakin dan mau ikut menerapkan CSA pada lahan usaha taninya dengan didampingi oleh para penyuluh pertanian sesuai wilayah binaannya," jelasnya. "Sehingga petani di wilayah Daerah Irigasi program SIMURP yang menerapkan teknologi pertanian cerdas iklim dapat meningkat pendapatan dan kesejahteraannya” tambah Woro.
Pengirim :
BAKTI WORO HARYANTI, SP
PPL KECAMATN NGOMBOL






