- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Farmer Field Day CSA Simurp BPP Gebang, Mantapkan Petani Budidaya Padi Ramah Lingkungan

Farmer Field Day CSA Simurp BPP Gebang, Mantapkan Petani Budidaya Padi Ramah Lingkungan
Farmer field day (hari temu lapang) petani merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar petani penyuluh dan instansi terkait untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan. Kegiatan ini berupa unjuk teknologi yang sudah diterapkan agar bisa dikembangkan secara lebih luas dan juga agar mendapatkan umpan balik untuk menyelesaikan masalah ataupun hambatan yang dihadapi, agar kegiatan kedepan menjadi lebih baik.
FFD Panen Raya demplot CSA Simurp Kelompok Tani Tanjung Sari ini dilaksanakan di halaman mushola Ar-Rusydi dan lahan demplot kelompok tani Tanjung Sari kelurahan Lugosobo kecamatan Gebang, pada hari Selasa 19 September 2023. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Tim teknis KPIU Simurp Kab. Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Camat Gebang, Lurah Gebang, Ketua KTNA Kabupaten Purworejo, Ketua KTNA Kecamatan Gebang, Segenap Penyuluh Pertanian Kecamatan Gebang, Petani Pelaksana kegiatan CSA Simurp dari Kelurahan Lugosobo dan desa Seren serta perwakilan petani dari desa-desa di sekitar lokasi demplot CSA.
Paket teknologi CSA di antaranya, teknologi hemat air (Penggunaan AWD), penggunaan VUB adaptif cekaman iklim, pemupukan berimbang spesifik lokasi, penggunaan bahan organik, penggunaan pesnab, tanam jarwo, penggunaan KATAM.
Koordinator BPP Gebang Bapak Totok Fitrianto selaku ketua panitia kegiatan FFD menyampaikan bahwa Acara Farmer Field Day atau hari temu lapang ini diselenggarakan untuk mengukur dan menjadi evaluasi atas Kegiatan Sekolah Lapang CSA Simurp yang dilaksanakan di Kecamatan Gebang, yang dilaksanakan di 8 Poktan di kelurahan Lugosobo dan Desa Seren. Kegiatan SL CSA ini mengangkat tema Budidaya tanaman padi yang cerdas iklim, ramah lingkungan namun tetap hemat.
“Khusus untuk kegiatan demplot yang sudah dilakukan adalah budidaya padi secara organik dan juga ada yang masih menggunakan pupuk kimia dan juga organic tanam jajar legowo akan dibandingkan dengan kontrol dari petani diluar kegiatan CSA yang ditanam secara tegel” tambahnya.
“Apabila panen ubinan kegiatan CSA Simurp ini nanti dianggap baik, kami harapkan teknologi yang diaplikasikan ini bisa berkembang kepada masyarakat tani di Kelurahan lugosobo dan desa seren secara meluas serta masyarakat tani di Kec. Gebang pada umumnya” ujarnya lagi.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan ubinan atau panen bersama di lahan demplot CSA simurp oleh Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ibu Sekretaris Kecamatan Gebang, KTNA, Petani pelaksana CSA Simurp, Tim Teknis Simurp Kabupaten Purworejo, Lurah Lugosobo, Polsek, Koramil dan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo. Hasil ubinan pada demplot penggunaan organik murni diperoleh produktivitas 94,4 kwintal/hektar, pada perlakuan dengan pupuk kimia ditambah dengan organik produktivitas 120 kwintal / hektar keduanya lebih tinggi dari kontrol dengan produktivitas 80 kwintal / hektar.
Hasil ini menunjukkan bahwa dengan pertanian organik tetap bisa memberikan hasil yang tinggi. Dengan menerapkan pertanian organik ini petani bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih murah serta kualitas produk pertanian yang lebih baik. Petani juga dapat membuat pupuk sendiri, pupuk pelengkap serta pestisida nabati untuk mencukupi usaha taninya, sehingga tidak harus bergantung pada pupuk bersubsidi yang seringkali jumlahnya tidak mencukupi.
Hadi Sadsila, S.P. M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dalam Sambutannya memberi harapan serta doa agar hasil dari yang baik ini bisa menambah pengetahuan dan berkah bagi petani pelaksana semuanya. Teknik-teknik CSA ini perlu dipahami dengan baik agar dapat terus dilaksanakan dengan benar dan diharapkan bisa berkembang kepada petani-petani disekitarnya yang belum mengikuti sekolah Lapang CSA Simurp.
Diskusi yang dipimpin oleh PPL Wibi kelurahan Lugosobo Fajar Afriyati, S.P. berisi penekanan teknologi CSA simurp bahwa dengan pupuk organik serta tanam jajar legowo ternyata dapat memberikan hasil yang lebih tinggi daripada perlakuan kontrol yang dilakukan kebanyakan petani pada umumnya. Pertanyaan disampaikan oleh Bapak warjoko petani dari desa Gintungan menanyakan tentang kesetabilan harga gabah apalagi saat panen. Jawaban disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, bahwa penentuan harga itu dilakukan oleh Bulog, dan bulog memang mengendalikan harga gabah agar tidak terlalu tinggi karena apabila harga gabah terlalu tinggi akan mempengaruhi harga-harga yang lain dan menyebabkan inflasi. Ditambahkan oleh ibu Fajar afriyati bahwa dengan teknologi CSA Simurp biaya produksi gabah menjadi sedikit lebih murah sehingga saat harga sedikit turun tetap dapat memperoleh keuntungan.
Kegiatan FFD ini bertujuan untuk menunjukkan kepada petani bahwa dengan perlakuan organik penuh tanaman padi tetap bisa tumbuh normal dan memberikan hasil yang tidak kalah dengan penggunaan pupuk kimia sintetik. Penggunaan pupuk pelengkap cair serta pestisida nabati yang dibuat sendiri ternyata juga dapat memberikan perlindungan yang tidak kalah dengan produk-produk kimia pabrikan yang harganya lebih mahal. Dengan pertanian organik ini, berikan input yang terbaik terhadap tanah, tanaman dan lingkungan sehingga diharapkan terbentuk ekosistem yang seimbang dan kondusif untuk pertumbuhan tanaman padi.
Penyusun : Fajar Afriyati, SP
PPL Gebang






