- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
ENDLINE SURVEY SIMURP KECAMATAN BANYUURIP
ENDLINE
SURVEY SIMURP KECAMATAN BANYUURIP
Oleh
Diana Cholida, SP
Proyek SIMURP merupakan proyek yang
menangani modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak/penting
yang pelaksanaannya melibatkan 3 (tiga) Kementerian yaitu Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian
dibawah koordinasi National Steering Committee of Water Resources (NSCWR) yang
diketuai oleh Deputi Sarana dan Prasarana BAPPENAS.
Dengan akan berakhirnya kegiatan SIMURP
pada tanggal 30 Juni 2024 maka dilakukan Endline Survey. Endline survey
dimaksudkan untuk mengetahui kinerja pelaksanaan program SIMURP di Kementrian
Pertanian untuk melihat pencapaian target program ketika program baru selesai
diimplementasikan dan Evaluasi Dampak Awal program SIMURP di Kementrian
Pertanian. Tujuan dari Endline survey yaitu untuk menilai kemajuan kinerja
pelaksanaan Program SIMURP di Kementrian Pertanian pada lokasi intervensi
periode Tahun Anggaran 2019 s/d 2024 dan kajian Evaluasi Dampak Awal.
Lingkup Kegiatan Survey Endline adalah :
1. Poktan CSA Inti
·
CSA Inti Kec. Banyuurip salah satunya adalah
kelompok tani Kismo Aji I dengan alamat RT 001 RW 001 Desa Candisari. Kelompok
tani Kismo Aji I menghadirkan TOF dan anggota kelompok yang menggunakan
Teknologi CSA(Climate Smart Agriculture). Luas lahan yang diusahakan rata-rata
0.27 ha. Sebelum olah tanah para petani membuat pupuk organik padat dengan
kotoran kambing. Untuk membuat persemaian petani melakukan perendaman dengan
menggunakan air garam yang berfungsi untuk mendapatkan benih yang bernas dan
sehat. Petani menggunakan sistem jajar legowo 2:1 agar dapat meningkatkan
populasi tanaman, tanaman menjadi sehat serta pemeliharaan lebih mudah;
menggunakan AWD/ pengairan berselang untuk menghemat air, memberi
kesempatan akar tanaman memperoleh udara lebih banyak sehingga dapat berkembang
lebih dalam karena akar yang dalam dapat menyerap unsur hara dan air yang lebih
banyak, mencegah timbulnya keracunan besi, mencegah penimbunan asam organik dan
gas hidrogen sulfida yang menghambat perkembangan akar, mengaktifkan jasad
renik (mikrobia tanah) yang bermanfaat
Petani juga membuat Mol Bonggol Pisang dengan menggunakan
air leri, buah maja, bonggol pisang, yang bisa digunakan sebagai pestisida
nabati, pupuk cair.
Dengan teknologi CSA petani juga diajarkan
untuk melakukan pengamatan hama dan penyakit dipertanaman padi. Diharapkan
dengan mengamati tanaman padi secara berkala tanaman akan terhindar dari
serangan hama dan penyakit karena akan segera dilakukan pencegahan sehingga
produktivitas optimal. Produktivitas tanaman padi di kelompok tani Kismo Aji I
mengalami peningkatan dengan menggunakan teknologi CSA, dan untuk biaya
produksi lebih rendah karena menggunakan pupuk organik/kotoran hewan atau ternak
yang ada di Desa Candisari sendiri serta penggunaan bahan-bahan yang ada
disekitar untuk pestisida nabatinya.
2. Poktan CSA Scalling Up
CSA Scalling Up dilaksanakan di Desa Tegalrejo dan Desa Sumbersari melibatkan 3 Kelompok Tani Yaitu Tani Maju, Bangkit dan Sumber luhur II dengan luas 50 ha. Teknologi yang diterapkan dalam kegiatan ini sama dengan teknologi CSA yang sudah diterapkan, antara lain penggunaan pupuk organic, penggunaan bibit unggul rendah emisi, penerapan teknologi hemat air (AWD), tanam dengan jajar legowo 2:1, penggunaan pestisida nabati, juga pengukuran GRK.
3. KEP
Pemasaran Beras dikembangkan sebagai usaha KEP Pangurip Bersatu karena para anggota KEP Pangurip Bersatu sebagian besar mengembangkan padi dengan sistem konvensional dan sistem tanam organik serta untuk menunjang pemasaran hasil panen, para anggota menjual gabah atau berasnya kepada KEP Pangurip Bersatu. KEP Pangurip Bersatu giat mengikuti pameran, expo dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo dan Kecamatan Banyuurip. Pemasaran dilakukan secara online dan offline.
4. KWT
Usaha yang dikembangkan KWT Putri Candi adalah olahan jahe dengan Brand Beer Plethok. Pemasaran Beer Plethok melalui online dan off line serta mengikuti pamera, expo dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo . Sekretariat KWT Putri Candi di Desa Candingasinan.






