- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Ember Tumpuk, Solusi Upaya Pengelolaan Sampah Dapur Organik

Ember Tumpuk, Solusi Upaya
Pengelolaan Sampah Dapur Organik
Pembinaan dan pendampingan
kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan,
penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Rumah Ibu Surip
Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada hari
Selasa, 10 September 2024 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani. Acara
ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah Binaan
Desa Kuwurejo, pengurus dan anggota kelompok wanita tani sebanyak 25 orang. Ibu
Sri Handayani Adji selaku Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo menyampaikan bahwa
selain sampah plastik, sisa makanan yang terbuang cuma-cuma juga akan
menimbulkan permasalahan lingkungan. Sebab, ketika makanan mulai membusuk dan
terdegradasi, gas metana akan dilepaskan ke lingkungan dan turut berdampak pada
pemanasan global. Maka dari itu, perlu upaya dan solusi untuk menangani masalah
sampah makanan ini, salah satunya dengan menggunakan ember tumpuk.
Ibu Reny Marlina Yushanita selaku
PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa ember tumpuk adalah sebuah
instalasi yang berfungsi untuk mengolah sampah dapur dengan larva Hi (Hermetia
illucens) untuk skala rumah tangga. Ember tumpuk merupakan solusi tepat untuk mencukupi
kebutuhan pupuk organik khususnya bagi petani untuk melaksanakan usaha
pertanian. Hal ini dikarenakan harga pupuk kimia yang semakin mahal dan tidak
terjangkau bagi petani.
Prinsip dari ember tumpuk antara
lain prinsip teknis seperti membuat rorak/lubang sampah/biopori dan prinsip
manfaat seperti minum Jamu Gendong. Kenapa memilih Ember Tumpuk ? Hal ini
dikarenakan ember tumpuk murah, mudah, efisien, dan berkualitas.
Hasil dari ember tumpuk antara
lain pupuk organik (padat dan cair), pestisida organik/nabati, dekomposer
(fermentasi), Mikroorganisme Lokal (Mol), Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), Maggot
(Pakan Ikan/Ternak). Manfaat dari ember tumpuk antara lain sebagai penyedia
lapangan kerja, membuat pupuk, bahan media tanam/menanam.
Metode ember tumpuk dibuat dengan
menggunakan alat sederhana dan mudah diperoleh, sehingga teknologi ini sangat
mudah diaplikasikan di rumah. Selain itu, ember tumpuk mampu mengolah sampah
organik menjadi pupuk cair yang ramah terhadap lingkungan.
Dengan adanya ember tumpuk di setiap
rumah tentu secara tidak langsung dapat membantu memperbaiki lingkungan dan
mengurangi sampah. Setiap orang dapat membuat pupuk organik cair yang murah dan
mendukung lahan pertanian. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, S.P PPL BPP Kecamatan Kutoarjo)






