- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
EMBER TUMPUK, SOLUSI PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA

EMBER TUMPUK, SOLUSI PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA
Jumat (8/10), Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bruno mengadakan pertemuan rutin kelompok tani Sido Makmur di Dukuh Sikempong, Desa Kaliwungu. Dihadiri oleh penyuluh wibi, pengurus Gapoktan dan anggota kelompok Sido Makmur serta perangkat desa setempat.
Pertemuan diawali dengan agenda Re-organisasi pengurus kelompok tani Sido Makmur. “Reorganisasi dilakukan karena mengacu pada Permentan 67 Tahun 2016 bahwa pengurus kelompok tani tidak boleh dari kalangan Aparat/PNS/Pamong Desa, namun jika menjadi anggota, tidak apa.” Ujar Marsidin, Ketua Kelompok Sido Makmur, Desa Kaliwungu. Acara dilanjutkan penyampaian materi dari Trimah Mardiyati sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah Desa Kaliwungu tentang “Pembuatan Pupuk Organik padat dan cair dengan Ember Tumpuk sebagai salah satu cara memanfaatkan limbah rumah tangga.”
PPL Pertanian Trimah Mardiyati mengatakan bahwa “Program ember tumpuk hadir sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya sampah organik limbah rumah tangga di Desa Kaliwungu. Sampah organik yang dihasilkan setiap rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dan padat. Alat yang dibutuhkan hanya 2 buah ember. Kemudian bagian bawah ember dilubangi, selanjutnya kedua ember ditumpuk dan diletakkan di dekat dapur. Limbah organik seperti potongan sayuran, buah bahkan nasi bekaspun dapat dimasukkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik pada ember tumpuk.”
“Pupuk Organik Cair (POC) dapat dipanen setelah 2 bulan, setelah dipanen POC harus di angin anginkan terlebih dahulu, jika sudah tidak berbau baru bisa digunakan untuk pemupukan berbagai jenis tanaman dengan dosis 1 POC :10 liter Air. Sedangkan untuk hasil pupuk organik padat dapat menjadi campuran media tanam.” Tambah Trimah.
Pembuatan pupuk organik cair dan padat dengan ember tumpuk diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang bersifat merusak tanah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan sekitar. Pertemuan kelompok diakhiri dengan pembagian bantuan pupuk hayati bantuan pemerintah sebanyak 90 Liter.






