- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
DUKUNG PROGRAM SCALLING UP SIMURP, POKTAN DI DESA SEBOROPASAR NGOMBOL BUAT PUPUK ORGANIK

DUKUNG PROGRAM SCALLING UP SIMURP, POKTAN DI DESA SEBOROPASAR NGOMBOL
BUAT PUPUK ORGANIK
Pada Hari Jumat (17/03/2023), kelompok tani di Desa Seboropasar melakukan kegiatan praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan. Desa Seboropasar Kecamatan Ngombol pada tahun 2023 menerima program Scalling Up SIMURP dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Memiliki lahan yang cukup luas,sekitar 118 Ha, penduduk di Di desa Seboropasar sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani. Ada dua kelompok tani yang menerima program yaitu Kelompok Tani Sumber Makmur yang diketuai oleh Bapak Karyanto dan Kelompok Tani Maju Makmur diketuai oleh Bapak Suparwanto.
Scaling Up merupakan penerapan teknologi CSA (Pertanian Cerdas Iklim) Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau 'Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak dengan areal lahan yang lebih luas.
Scaling Up tersebut berarti pula sebagai demplot (penerapan teknologi di lapangan secara langsung) yang memiliki luas lahan 50 Ha, dengan 2 Ha untuk kegiatan Laboratorium Lapang. Tujuan dari demplot itu pun tak lain untuk meningkatkan produktivitas padi lewat perlakuan khusus sebelumnya.
Penerapan teknologi yang digunakan pada kegiatan scaling up yaitu menggunakan benih rendah emisi, penggunaan pupuk organik, metode tanam jajar legowo, pengairan basah kering menggunakan pipa pengamatan AWD, pengendalian OPT menggunakan agen hayati, memasang light trap sebagai alat monitoring hama, pengukuran emisi gas rumah kaca, tanaman refugia sebagai tempat hidup predator.
Menurut Bapak Karyanto, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur mengatakan bahwa harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi petani, dan meningkatkan hasil panen dan peningkatanan pendapatan petani, selain itu juga minta dukungan penuh dari BPP Ngombol terkait monitoring dan pendampingan Progam Scalling Up ini, serta pengairan juga lancar”.
Saat ini di desa Seboropasar masih tahap pengolahan lahan dan sudah semai benih, rencana awal bulan April mulai tanam padi, dan rencana panen di bulan Juli 2023.
(Edi Prayitno, SP – PPL Ngombol )






