- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
DUKUNG PENINGKATAN IP, KEMENTAN DORONG PENGGUNAAN KINCIR ANGIN DAN POMPANISASI DI PURWOREJO

DUKUNG
PENINGKATAN IP, KEMENTAN DORONG PENGGUNAAN KINCIR ANGIN DAN POMPANISASI DI
PURWOREJO
Kecamatan Ngombol merupakan salah satu lumbung pangan di
Kabupaten Purworejo yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat
mendukung budidaya tanaman padi.
Awal
Mei 2024 bertempat di Kelompok Tani Merdi Luhur Desa Rasukan Kecamatan Ngombol,
Dirjen Tanaman Pangan mengunjungi dan berdiskusi tentang peningkatan indeks
pertanaman padi dengan pompanisasi dan penggunaan kincir angin. Acara ini
dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Kepada Dinas Ketahanan pangan dan
Pertanian Kabupaten Purworejo, Koramil Ngombol, PPL Kecamatan Ngombol,
Pemerintah Desa dan Pengurus Kelompok Tani.
Kincir angin adalah sebuah alat yang dibuat untuk mengubah
energi angin menjadi energi mekanik. Ada
banyak manfaat kincir angin untuk industri pertanian. Salah satu manfaat kincir
angin untuk pertanian ialah membantu sistem irigasi. Sistem irigasi adalah
salah satu faktor penting dalam industri pertanian dan perkebunan. Tanpa sistem
irigasi dan pengairan yang baik, maka tumbuhan yang ditanam tidak bisa tumbuh
dengan subur dan menghasilkan hasil panen yang baik.
Energi
kinetik yang dihasilkan oleh kincir angin bisa digunakan untuk membantu
mengalihkan aliran air dari satu saluran irigasi ke saluran irigasi yang
lainnya dengan efektif, membuat sistem irigasi dapat berjalan dengan baik dan
lancar. Selain itu, kincir angin juga bisa digunakan untuk membantu menimba air
dari sumur dan yang lainnya.
Pada
Tahun 2021, di Kecamatan Ngombol terdapat 2 Kelompok Tani yaitu Merdi Luhur
Rasukan Desa Rasukan dan Usodo Bogo Desa
Piyono, yang mendapatkan fasilitasi ATD
dan kincir angin, tetapi kondisinya sekarang rusak dan tidak dapat digunakan
untuk membantu pengairan di lahan petani. Sutopo selaku Ketua Kelompok Tani
menyampaikan bahwa kincir angin sangat membantu pengairan pada tanaman padi
pada musim kemarau, sedangkan kerusakan terjadi pada tahun 2022 disebabkan
karena disapu angin
yang cukup kencang. Kincir angin rusak pada bagian bilah baling-balingnya. Hal
itu disebabkan terjangan angin cukup kuat di area sawah pada waktu itu. “Pada
waktu itu, angin berembus cukup kencang. Saking kencangnya, baling-baling
sampai rusak semua dan ringsek,” jelas Sutopo.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi
menyampaikan agar kelompok tani membuat RAB untuk memperbaiki kincir angin yang
rusak sehingga dapat digunakan kembali sehingga pengairan pada tanaman padi
menjadi lancar kembali. “Pemanfaatan sumberdaya air yang optimal dapat
dipergunakan dalam peningkatan Indeks Pertanaman (IP), sehingga apabila nanti
kincir angin sudah dapat diperbaiki dan digunakan kembali,yang tadinya pada
mudim tanam III belum bisa semua lahan ditanami, harapannya semua lahan sawah
dapat 100% tertanami padi sehingga dapat mendukung produksi padi di Kecamatan
Ngombol”,tambahnya.
Pada
kesempatan tersebut, Suwandi juga meninjau pompanisasi yang sudah banyak
dilakukan di lahan petani. Suwandi mengapresiasi petani Kecamatan Ngombol yang
sudah bnayak melakukan pompanisasi untuk mengairi lahan sawah pada musim tanam
ini. “Pompanisasi ditujukan untuk wilayah komoditas padi yang bertujuan
mengatasi masalah kekeringan, pengurangan ketergantungan pada curah hujan,
meningkatkan produktivitas pertanian dan antisipasi darurat pangan”, tambahnya.
Suwandi
mengajak semua pihak mulai dari petani, kelompok tani, petugas, OPD dan Babinsa
untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya bersama untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan. “Semua pihak mari bekerjasama
memanfaatkan sumber air terdekat untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang
berlangsung sejak 2023 yang lalu, Kementan juga bekerjasama dengan TNI untuk
memperkuat sistem pengairan menggunakan pompa pada budidaya tanaman padi
sehingga diharapkan indeks pertanaman padi secara nasional meningkat yang pada
akhirnya berdampak pada produksi beras nasional”, jelasnya.






