- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Dukung Ketersediaan Pangan, PJ Gubernur Jawa Tengah Lakukan Panen Raya Padi di Kabupaten Purworejo
.jpg)
Dukung Ketersediaan Pangan, PJ Gubernur Jawa Tengah Lakukan Panen Raya Padi di Kabupaten Purworejo
Padi merupakan
komoditas pangan strategis yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia,
sehingga pemerintah harus dapat menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras
dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik serta harga yang terjangkau bagi
seluruh lapisan masyarakat.
Purworejo
merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah bagian selatan yang
mempunyai luas baku sawah 29,5 ribu hektar yang tersebar di 16 kecamatan. Lahan
sawah di Kabupaten Purworejo dapat ditanami padi sebanyak 2 kali dalam setahun,
bahkan di beberapa wilayah dapat ditanami 3 kali dalam setahun, termasuk di
Kecamatan Ngombol. Luas lahan baku sawah di Kecamatan Ngombol 3425 Ha, dengan
provitas 7 Ton//Ha, sehingga kebutuhan pangan khususnya beras di Kecamatan
Ngombol dapat tercukupi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan warganya.
Pj Gubernur Jawa
Tengah Nana Sudjana melakukan Panen Raya Padi dalam rangka mendukung
ketersediaan pangan menghadapi dampak iklim El-Nino di lahan Kelompok Tani Sri
Mekar Tani, Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo pada Senin,
26 Februari 2024. Acara ini dihadiri Pj Gubernur Jawa Tengah, Asisten Ekbang
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa
Tengah, Bupati Purworejo, Ketua DPRD, Kepala DKPP, Forkompimda Kabupaten Purworejo,
Camat Ngombol, Forkompimca Kecamatan Ngombol, PT Maxxi, PPL Kabupaten
Purworejo, Kepala Desa se Kecamatan Ngombol dan perwakilan kelompok tani
Kecamatan Ngombol sejumlah 300 orang.
Supriyanto
selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan
bahwa pangan
merupakan kebutuhan manusia paling esensial (penting). Karena itu, ketersediaan
pangan bagi masyarakat luas harus terjamin. Untuk mencapainya, dibutuhkan
tekad, kesungguhan, kerja keras dan pendekatan sistematis dari semua pihak. “Dengan berdaulat
pangan, berarti kita berhak menentukan kebijakan pangan secara mandiri,
menjamin hak atas pangan bagi rakyat, serta memberikan hak bagi masyarakat
untuk menentukan sistem pertanian pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya
lokal”, tegasnya.
Lebih lanjut
Supriyanto menyampaikan Untuk kondisi padi di
Desa Tunjungan, telah tertanam seluas 81 ha dan pada saat ini masih terdapat 50
ha padi yang belum dipanen. Harapannya, melalui usaha tanam padi oleh Kelompok Tani Sri Lestari di Desa Tunjungan
Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo ini dapat mendukung ketersediaan beras di
Kabupaten Purworejo dan Provinsi Jawa Tengah. “Semoga pada bulan Maret dan
April 2024 nanti petani padi di Provinsi Jawa Tengah dapat menikmati panen
raya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan menurunkan kondisi
inflasi di Jawa Tengah”, tambahnya.
Dalam sambutannya Pj Gubernur Nana Sudjana menyampaikan selamat dan sukses
untuk para petani yang telah berhasil memanen padi pada musim ini dengan harga
jual yang tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian alam untuk mengamankan produksi dan menjaga ketersediaan
pangan. Nana menambahkan pada
tahun 2024, target capaian kinerja produksi padi di Jawa Tengah sebesar 11,168 juta ton GKG
(Gabah Kering Giling). “Dalam upaya pencapaian target,
dilaksanakan dengan menerapkan beberapa strategi, antara lain: melakukan
percepatan penanaman, memaksimalkan pola tanam IP (Indeks Pertanaman) 300
bahkan IP 400 serta pendampingan yang semakin intensif di setiap Wilayah Eks-Karesidenan,
dengan menginventarisir kebutuhan dasar usaha tani padi di masing-masing
kelompok tani pada setiap kabupaten. Hal ini tentunya membutuhkan
dukungan dari para petani, petani milenial dan teman-teman penyuluh, petugas kabupaten serta para stakeholder terkait”,
tambahnya
Pada kegiatan panen raya
tersebut Gubernur Nana Sudjana bersama Asisten Ekbang Sekda Provinsi Jawa
Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Bupati Purworejo,
Forkompimda Kabupaten Purworejo, Ketua DPRD, Kepala DKPP, Camat Ngombol,
Forkompimca, dan Kepala Desa Tunjungan secara simbolis melakukan panen padi
bersama menggunakan sabit dan harvester.
Pada
kesempatan yang sama, Bupati Purworejo yuli Hastuti menyampaikan dalam
rangka mewujudkan Kabupaten Purworejo Berdaya Saing 2025, dengan salah satu
prioritas yakni meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas,
Pemerintah Kabupaten Purworejo telah melakukan berbagai upaya salah satunya
adalah peningkatan kualitas dan produksi padi
“Pemerintah Kabupaten Purworejo
melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memberikan kepercayaan kepada
beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Purworejo untuk
menerapkan dan mengimplementasikan melalui
Panca Usaha Tani demi peningkatan produksi, produktivitas, mutu hasil,
serta memberikan nilai tambah dan peningkatan pendapatan sehingga bisa
meningkatkan kesejahteraan bagi petani”.
Bakti
Woro Haryanti, SP) PPL Ngombol






