- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, IPB DISEMINASIKAN PADI VARIETAS IPB9G DAN PUPUK HAYATI BIOGROW DI DESA PEJAGRAN KECAMATAN NGOMBOL

DUKUNG KETAHANAN PANGAN, IPB DISEMINASIKAN PADI
VARIETAS IPB9G DAN PUPUK HAYATI BIOGROW DI DESA PEJAGRAN KECAMATAN NGOMBOL
Bertempat di Lahan
Sawah Milik Kusmiyanto Kelompok Tani Ngudi Dadi Desa Pejagran Kecamatan Ngombol
pada Minggu, 10 November 2024 dilaksanakan panen padi demplot Varietas IPB9G.
Kegiatan ini dihadiri Peneliti IPB Prof Abdul Munif, M.Sc. Agr, Prof Dr Ir
Yulin Lestari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo,
Camat Ngombol, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Desa Pejagran, PPL Kecamatan
Ngombol dan anggota kelompok tani Desa Pejagran berjumlah 50 orang. Kegiatan
ini dimulai dari indentifikasi potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam
yang ada di Desa Pejagran dengan melibatkan Pemerintah Desa Pejagran dan kelompok
tani. Selanjutnya dilakukan kegiatan pesemaian lahan, pengolahan tanah,
penanaman, pengamatan agroekosistem, perawatan, pengendalian OPT dan panen
pasca panen.
Lokasi demplot di
lahan sawah milik Kusmiyanto memiliki luasan 1.500 m². Penanaman dilakukan pada
Bulan Agustus 2024 dengan menggunakan 4 perlakuan. Yulin selaku Dosen IPB
menyampaikan bahwa Varietas IPB9G merupakan padi yang amfibi yang memiliki karakter unggul adaptif terhadap
perubahan iklim. “Perubahan iklim akibat pemanasan global telah berdampak luas
terhadap berbagai aspek kehidupan terutama sektor pertanian yang mengalami
dampak paling serius, oleh sebab itu perlu tersedia beberapa varietas amphibi padi
yang dapat ditanam pada saat kondisi air kurang. Untuk mempercepat penyebaran
varietas amphibi kepada pengguna, dilaksanakan demplot dan pengkajian dengan
menerapkan budidaya padi sesuai spesifik lokasi” ungkapnya.
Senada dengan yang
disampaikan Yulin, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut
varietas padi unggul terbaru dari IPB University bernama Padi IPB 9G adalah
sebuah inovasi yang mampu mendukung ketahanan pangan di Indonesia.”Kami
mengapresiasi apa yang dilakukan IPB ini. Ini adalah langkah yang harus
dikembangkan dan kami sangat menghargai hasil penelitian yang luar biasa
ini," jelas Mentan Amran.
Selain penggunaan
Varietas Padi IPB9G, pada demplot kali ini juga diaplikasikan Pupuk Hayati
Biogrow yang diaplikasikan pada fase awal pesemaian dan pertumbuhan awal
tanamna padi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo
Hadi Sadsila memberi respon positif terhadap kegiatan demplot di Desa Pejagran.
“Kami menyampaikan penghargaan setingi-tingginya kepada Tim Peneliti IPB yang
sudah melaksanakan demplot di Desa Pejagran dimana demplot ini memberikan
manfaat bagi petani mendukung peningkatan produksi padi” tegasnya.
Woro selaku Koordinator
PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Peneliti IPB
yang sudah melaksanakan demplot di Desa Pejagran dan mengharapkan kegiatan
penetian, demplot, dan pengabidian masyarakat dari IPB dapat dilaksanakan di
Kecamatan Ngombol. “Potensi luar biasa yang dimiliki Kecamatan Ngombol dimana
lahan sawahnya 3.425 hektar, lahan kering 500 hektar yang ditanami komoditas
padi, jagung, hortikutura, sayuran dan perkebunan menjadikan Ngombol lumbung
pangan Kabupaten Purworejo”, ujarnya.
Pengirim : Bakti Woro
Haryanti, SP
PPL Kecamatan Ngombol






